Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

2022, Kementerian Investasi/BKPM Targetkan Selesaikan Sejumlah Investasi Mangkrak

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:07 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan dari investasi yang mangkrak sebesar Rp 708 triliun telah terealisasi 75%. Pihaknya menargetkan untuk menyelesaikan investasi yang mangkrak sejak tahun 2019 itu di tahun 2022 ini.

“Kami targetkan di tahun 2022 ini harus selesai kalau tidak selesai kita take out, kami anggap orangnya gak serius,” ucap Bahlil dalam telekonferensi pers di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Kamis (27/1).

Bahlil mengatakan akan menyelesaikan keseluruhan realisasi dari realisasi yang sudah mangkrak tersebut. Pada tahun 2022 ini pemerintah menargetkan realisasi investasi dapat mencapai Rp 1.200 triliun. Jumlah ini meningkat 33% dari target investasi 2021 yang sebesar Rp 900 triliun. Kementerian Investasi terus melakukan penyelesaian investasi di berbagai sektor.

"Contoh besok itu kuartal-II, Lotte mulai konstruksi, Rosneft dengan Pertamina jalan, dan beberapa perusahaan lain jalan. Di Tanjung Jati juga kita masuk selesaikan meski ada perubahan," kata Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menuturkan sejumlah strategi untuk mencapai target investasi di tahun 2022. Pertama yaitu memaksimalkan potensi investasi dari yang sudah diberikan izin dan sudah difasilitasi. Pihaknya akan memprioritaskan usaha-usaha tersebut.

Kedua yaitu mempercepat kinerja dari investasi yang dilaunching dari tahun 2021 kemarin. Misalnya investasi hilirisasi batu baru yang dilakukan antara PT Bukit Asam, PT Pertamina dengan Air Product and Chemicals dari yang tadinya akan membangun pabrik selama 36 bulan dipercepat menjadi 30 bulan.

“Kita push agar mereka segera melakukan konstruksi dengan mempercepat schedule mereka. Contoh membangun pabrik dari 36 bulan menjadi 30 bulan. Ini bisa mempercepat realisasi dan menaikan angka realisasi,” kata Bahlil.

Ketiga yaitu meningkatkan investasi melalui investor asing. Pihaknya aka membentuk tim yang akan bekerja di beberapa negara meliputi Uni Emirat Arab, Korea, Jepang, dan Amerika Serikat.

Keempat yaitu pihaknya akan memprioritaskan pada sektor sekunder sebab sektor ini akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan memberikan nilai tambah. Realisasi investasi tahun 2021 pada sektor sekunder mencapai Rp 325 triliun, sektor primer primer Rp 133 triliun, dan tersier Rp 442 triliun.

“2022 ini sektor sekunder sudah harus berimbang sama tersier bila perlu lebih tinggi dari tersier primer ini bisa kita tingkatkan untuk penciptaan lapangan kerja,” kata Bahlil.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN