Menu
Sign in
@ Contact
Search
Warga mendapatkan suntikan vaksin booster Covid-19 di depan Pos Polisi Bunderan HI, Jakarta, Minggu (20/3/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Warga mendapatkan suntikan vaksin booster Covid-19 di depan Pos Polisi Bunderan HI, Jakarta, Minggu (20/3/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

2023, Tak Ada Lagi Anggaran Kesehatan Khusus untuk Covid-19

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:44 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor – Menteri Keuangan (Menteri Keuangan) Sri Mulyani Indrawati memastikan, tahun depan pemerintah tidak lagi menyiapkan anggaran kesehatan khusus untuk penanganan Covid-19 yang berada dalam program PC-PEN. Hal ini sejalan dengan semakin membaiknya penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Kendati demikian, tahun depan pemerintah tetap menyiapkan anggaran reguler terkait kesehatan yang dirancang sebesar Rp 168,4 triliun, naik dari Rp 133 triliun tahun ini.

"Anggaran kesehatan tidak lagi memberikan alokasi khusus untuk pandemi, namun anggaran kesehatan yang reguler akan naik dari Rp 133 triliun tahun ini ke Rp 168,4 triliun. Ini untuk memperkuat sistem kesehatan di Indonesia," ucap dia dalam konferensi pers seusai Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Untuk tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sebesar Rp 455,62 triliun. Namun, hingga 22 Juli, realisasi anggaran program tersebut baru Rp 146,7 triliun atau 32,2% dari pagu.

Khusus untuk anggaran penanganan kesehatan yang ditetapkan Rp 122,54 triliun, tercatat baru terealisasi 25,3% atau Rp 31,8 triliun. Rincian dari realisasi ini meliputi pembayaran klaim dan insentif nakes, insentif perpajakan, serta vaksin atau alkses untuk penanganan covid-19 melalui dana desa.

Pembayaran klaim pasien sebesar Rp 20,9 triliun, pembayaran insentif tenaga kesehatan Rp 2,2 triliun.

Pemerintah juga masih membeli vaksin dari anggaran tersebut Rp 1,7 triliun. Insentif perpajakan yang diberikan untuk pengadaan kebutuhan kesehatan tersebut menyedot anggaran Rp 1,2 triliun. Sisanya, anggaran digunakan untuk menangani Covid-19 yang bersumber dari dukungan anggaran pendapatan dan delanja daerah (APBD) serta Dana Desa.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com