Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga. ( Foto: Istimewa )

Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga. ( Foto: Istimewa )

2030, Tahun Keemasan EkonomI Digital Indonesia

Kamis, 25 November 2021 | 22:47 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  -Tahun 2030 nampaknya akan menjadi tahun keemasan bagi ekonomi digital Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menerangkan berdasarkan laporan ekonomi dgital di Asean yang dirilis Google pada 2021, Indonesia merupakan populasi terbesar yang mencapai 270 juta dan sebagian besar dikuasai oleh Indonesia secara volume size.

Pertumbuhan ekonomi digital akan terus tumbuh dan mencapai angka sekitar US$ 700-1000 triliun dan pada 2030 ekonomi digital Indonesia bisa mengalami pertumbuhan 5 kali lipat dari proyeksi saat ini.

“Ini tentunya merupakan pencapaian yang luar biasa yang harus kita pahami dan kita maknai sebagai salah satu pilar untuk kita bisa berkreasi dan melakukan ekspansi ke depannya khususnya dalam hal-hal yang sifatnya digital,” ucap dia dalam BeritaSatu Economic Outlook 2022 hari ke-4, di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Jerry menerangkan pandemi Covid-19 selama hampir 2 tahun terakhir merupakan blessing in disguise, sebab membuat mobilitas masyarakat terbatas dan mengharuskan mereka masyarakat untuk berinteraksi melalui digital. Hal ini memberikan salah satu efek yang positif bagi perkembangan dunia digital bagi teman-teman pelaku ekonomi digital terlebih lagi e-commerce. Dia menerangkan, ekonomi digital pada 2020 mencapai Rp 632 triliun atau sekitar 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kemendag memproyeksikan pada 2030 angkanya akan meningkat 8 kali lipat dari Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun.

“Ini bukan angka yang sedikit, angka yang signifikan, angka yang krusial, tentunya menjadi salah satu pijakan yang juga catatan dan referensi bagi temen-temen pelaku usaha ekonomi digital,” ucap Jerry.

Pria berkacamata itu mengatakan, berdasarkan data yang Kemendag peroleh, nantinya pada 2030 akan ada 5 besar kelompok usaha yang mendominasi ekonomi digital Indonesia. Kelompok yang paling besar adalah e-commerce sebesar 33,37% atau Rp 1.908 T pada 2030. Lalu B2B service sebesar 13,34% atau Rp 763 T. Selanjutnya Travel 10,06% atau Rp 575 T. Kemudian Coorporate service sebesar 9,27% atau Rp 529,9 T. Dan terakhir digital content sebesar 9,01% atau Rp 515,3 T.

“Saya yakin ini semua adalah kontribusi yang positif untuk keseharian rutinitas dan juga hal-hal yang kita lakukan yang dapat membuktikan bahwa Indonesia semakin siap untuk platform Digital,” ucap Wamendag.

Melihat potensi tersebut, Kemendag memandang penting apa yang bisa digitalisasikan dan apa yang bisa diterapkan. Salah satu yang paling penting adalah bagaimana pasar baik itu pasar tradisional, pasar modern sampai ritel, itu diberdayakan supaya digitalisasi berjalan dengan baik. Dimulai dari hal yang sederhana contohnya cashless payment atau pembayaran yang tidak menggunakan uang tunai.

Jerry mengatakan, pihaknya mendatangi satu persatu pasar tradisional yang ada di kampung-kampung untuk mencoba digitalisasi pembayaran dengan bekerjasama dengan BI melalui QRIS.

“Ini agar alat pembayaran seragam dan tentunya bisa diaplikasikan oleh pedagang khususnya teman-teman di pasar. Sebagai contoh pasar di kampung, kita coba digitalisasi, ada 100-150 lapak, kita pastikan mereka menggunakan QRIS,” ucap dia.

Jerry mengatakan digitalisasi dapat membantu para pelaku pasar dan UMKM dalam hal database. Jika mereka ingin meminjam uang ke bank untuk kredit modal itu akan lebih tertib secara administrasi dan juga laporan cash flow, karena sudah terdata dengan adanya Digitalisasi yang dilakukan pada saat pembayaran. “Ini karena ada data-data yang bisa diakses. Ini konkrit. Jadi sambil menyelam minum air, praktis,” ucap dia.

Jerry menegaskan. Kemendag berupaya hal itu bisa diberlakukan pemerataan ke seluruh daerah di Indonesia dan bisa berjalan secara masif. Dia berterima kasih kepada pemerintah daerah karena sinergi yang dilakukan terus menerus dan tentunya berkaitan dengan infrastruktur.

“Jadi hal-hal ini yang harus dipastikan dulu jaringan infrastruktur memadai. Ini tentunya kita bicara lintas kementerian dan lembaga, tidak cuma dari kemendag. Ini pembentukan ekosistem yang sehat sebetulnya, yang memadai untuk platform Digital berkembang. Ini terus menerus menjadi komitmen dari pemerintah, kami sesuai porsi kami melakukan apa yang bisa kami lakukan terkait edukasi, regulasi, pembinaan, dan kebijakan,” pungkas dia. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN