Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Head of Research LPEM FEB UI Febrio N Kacaribu

Head of Research LPEM FEB UI Febrio N Kacaribu

LPEM FEB UI Sarankan BI Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps

Kamis, 20 Februari 2020 | 12:34 WIB
Nasori dan Trian Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universtias Indonesia (LPEM FEB UI) menyarankan pemangkasan suku bunga acuan atau kebijakan 25 basis poins (bps) menjadi 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Bank Indonesia pada hari ini, Kamis (20/2). Ini diperlukan sebagai antisipasi tehadap risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di antaranya dipicu oleh merebaknya wabah virus korona.

“Dengan konteks adanya risiko perlambatan pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) lebih lanjut, berlanjutnya tren perbaikan CAD dan penurunan laju inflasi, kami memandang Bank Indonesia sebaiknya memangkas suku bunga kebijakan 25 bps menjadi 4,75% bulan ini dan terus memantau kebutuhan pelonggaran pada bulan-bulan berikutnya,” ujar Head of Research LPEM FEB UI Febrio N Kacaribu dalam publikasi seri analisis makroekonominya yang diterima Investor Daily, Kamis (20/2) dini hari.

Siang ini, Gubenur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama anggota dewan gubernur BI dijadwalkan menggelar konferensi pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur BI bulan Februari 2019 yang mencakup asesmen perekonomian triwulan IV-2019. Di dalamnya adalah termasuk keputusan terkait dengan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) untuk dinaikkan, tetap, atau diturunkan.

Lebih lanjut Febrio menjelaskan bahwa epidemi virus korona belakangan ini memiliki dampak yang dapat mengganggu pemulihan pertumbuhan global, termasuk Indonesia. Wabah ini berpotensi membawa beberapa dampak terhadap perekonomian Indonesia melalui tiga jalur yaitu pasar keuangan, sektor riil, dan sektor pemerintah.

Menurut dia, penyebaran wabah ini dalam jangka pendek telah mempengaruhi pasar keuangan akibat kekhawatiran investor global dan memicu arus modal keluar dari negara berkembang yang mengancam likuiditas pasar dan stabilitas kurs.

“Di sektor riil, dampak dari epidemi ini terjadi dalam penurunan kegiatan pariwisata dan perdagangan, serta potensi perlambatan investasi riil. Di sektor pemerintah, bisa terjadi penurunan pendapatan pajak dan peningkatan dalam imbal hasil obligasi pemerintah,” jelas dia.

LPEM FEB UI mengestimasi dampak wabah virus korona ini dapat menyebabkan 10-30 bps koreksi terhadap tingkat pertumbuhan PDB Indonesia pada 2020. Besarnya dampak ini tergantung pada seberapa lama berlangsungnya wabah ini dan bagaimana respons kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah.

“Beberapa perubahan strategi pengeluaran pemerintah dapat membantu dalam menghadapi kondisi ini, contohnya seperti belanja sosial dan transfer daerah, untuk mendorong permintaan agregat dalam jangka pendek,” pungkas dia.

Sebelumnya, Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Ryan Kiryanto menyampaikan pandangan yang berbeda. Mengingat sisi konsumsi rumah tangga masih cukup kuat dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, ia menilai bahwa langkah penaikan suku bunga acuan belum dibutuhkan saat ini.

"Penaikan suku bunga acuan BI belum diperlukan karena sesungguhnya efek penurunan sebesar 100 bps pada 2019 lalu masih bekerjam" ujar dia.

Untuk saat ini, menurut dia, yang lebih penting dan efektif adalah upaya untuk  mendorong pertumbuhan ekonomi dari jalur fiskal yang countercyclical, di antaranya melalui penyerapan belanja pemerintah yang dipercepat. Tujuannya, untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak jatuh sehingga dapat menopang tingkat permintaan agregat

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN