Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dody Budi Waluyo.

Dody Budi Waluyo.

BI: Risiko Meningkat, Investor Alihkan Instrumen ke Aset Aman

Rabu, 11 Maret 2020 | 06:15 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, preferensi instrumen investasi investor sejalan dengan meningkatnya persepsi investor terhadap risiko. Hal ini membuat investor mencari aset yang lebih aman.

“Semakin tinggi persepsi risiko, tentunya investasi akan semakin mengarah pada instrumen yang dipandang lebih aman atau bahkan ke instrumen yang dianggap risk free,” jelas dia kepada Investor Daily, Selasa (10/3) malam.

Advertisement

Di tengah tekanan global khususnya penyebaran virus korona dan perang harga minyak. Dody menilai keputusan investor untuk mengalihkan ke aset yang aman tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan terjadi di banyak negara yakni investor memilih mengurangi portofolio investasi.

“Investasi memilih aset yang aman, sebab saat ini aset yang dipandang lebih berisiko misalnya saham seiring dengan outlook perekonomian yang dikoreksi ke bawah” jelasnya.

Sementara itu, outflow yang terjadi di saham juga tak hanya terjadi di Indoneisa, dan emerging market, namun juga dinegara maju. Khususnya outflow di saham yang terjadi di Senin (9/3) ditutup di level 5.136.

Untuk hari ini, kinerja penutupan perdagangan saham, Selasa (10/3) IHSG ditutup melonjak 84,01 poin atau 1,64% ke posisi 5.220,82.

“Tekanan pasar keuangan Senin (9/3) lebih dipengaruhi faktor eksternal yaitu sentimen negatif gagalnya kesepakatan OPEC yang memicu kejatuhan harga minyak dan berlanjutnya penyebaran Covid -19 di AS dan Eropa dibandingkan kondisi di dalam negeri” jelasnya.

Selain itu,  Dody mengatakan langkah pemerintah untuk memitigasi risiko Covid -19 di Indonesia diharapkan dapat turut menjaga confidence. Sementara itu adanya tekanan harga minyak yang merosot, BI memastikan akan terus memantau berbagai perkembangan

“Terkait  turunnya harga minyak, BI masih melakukan assessment utk mengukur dampaknya. Kita harapkan gejolak ini hanya berlangsung sementara dan negara penghasil minyak utama dapat mencapai kesepakatan sehingga kondusif,” jelasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN