Produk UMKM Indonesia Diajak Kuasai Pasar Asia Tenggara
JAKARTA, investor.id – Produk UMKM Indonesia diajak untuk menguasai pasar Asia Tenggara, dengan merambah pasar seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand, hingga Taiwan. Hal itu setelah platform e-commerce Shopee sukses sukses mengekspor lebih dari 5000 produk terkurasi Kreasi Nusantara pada 2019 ke Singapura dan Malaysia.
Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Jerry Sambuaga mengatakan, ekspor menjadi sorotan utama pemerintah untuk dikembangkan sebagai bagian dari upaya dalam pertumbuhan ekonomi digital dan nilai ekspor Indonesia.
“Dengan hadirnya program Kreasi Nusantara yang sejalan dengan visi Kementerian Perdagangan saat ini, kami sangat menyambut baik inisiatif Shopee dalam mendukung perkembangan UMKM dan pertumbuhan nilai ekspor melalui ekspansi jangkauan ekspor yang dilakukan pada tahun ini,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (12/3).
Head of Public Policy and Goverment Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmodjo mengatakan, Kreasi Nusantara merupakan kanal yang diluncurkan sejak Februari 2018 dan didedikasikan khusus untuk memberikan sorotan bagi produk-produk lokal. Semenjak diluncurkannya program Kreasi Nusantara pertama kali dengan peningkatan transaksi harian UMKM sebesar 8 kali lipat melalui kanal “Dari Lokal untuk Global”.
Program Kampus Shopee yang membina lebih dari 40.000 UMKM di Indonesia juga dituju sebagai wadah untuk dapat menerapkan pendekatan literasi digital terhadap bisnis yang dijalankan dalam kanal Kreasi Nusantara.
Radityo menjelaskan pencapaian yang diraih sejak pertama kali peluncuran Kreasi Nusantara pada 2018, menginisiasi pihaknya untuk terus berupaya mendorong para pelaku UMKM di Indonesia dalam membesarkan potensi bisnisnya.
"Untuk itu, pada 2020 pihaknya berharap dengan diperluasnya jangkauan pasar ekspor dapat mendukung peningkatan performa para pelaku UMKM binaan serta menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Ditargetkan akan ada 1 juta produk terkurasi yang akan ada di program ini,” jelas dia.
Sementara itu, Public Relation Lead Shopee Indonesia Adiytya Maulana mengatakan pihaknya tidak hanya andil dalam perkembangan UMKM binaannya, tetapi juga berupaya dalam mendukung perkembangan sumber daya manusia unggul dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Perluasan jangkauan ekspor yang diimplementasikan pada tahun ini memungkinkan Indonesia sebagai sumber produk-produk lokal hasil buatan para pelaku UMKM yang mumpuni dalam menjawab kebutuhan negara-negara terekspor kedepannya. “Dimulai dari kategori produk terfavorit seperti Fashion, Home & Living, hingga Beauty,” tutupnya. (iin)
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram "Official Investor.ID". Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link https://t.me/+oCMJPFzpWeg0OGZl, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS
Berita Terkini
Premi Unit Link Masih Melambat
Premi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link turun. Tren itu diikuti dengan penyusutan klaim.Waskita (WSKT) Kembalikan Uang Negara Rp 3 T, Singgung Nasib Dua Ruas Tol
Waskita Karya (WSKT) mengembalikan uang negara Rp 3 triliun, menyusul pembatalan PMN. Lantas, bagaimana kelanjutan dua ruas tol?Lagi Naik Daun, Penjualan Granola Timur Tengah Tembus 200 Ribu Kg
Granola diyakini mengandung serat yang tinggi, sehingga baik untuk dikonsumsi sebagai sarapan atau camilan.Koleksi 270 Pukulan, Nitithorn Thippong Juara
Gelar juara tersebut adalah kemenangan ketiganya dalam Asian Tour.Indonesia-AS Gelar Latihan Bersama Keamanan Fasilitas Pelabuhan di Batam
Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) bersama U.S. Department of Homeland Security akan menyelenggarakan kegiatan Joint Exercise ISPS Code Fasilitas Pelabuhan pada 7-8 Agustus 2023 di Pelabuhan Batam.Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 5,1% di Kuartal II
Pengeluaran konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh cukup tinggi, berkisar 4,9% atau setara dengan 53% dari total pembentukan PDB 2023.Tag Terpopuler
Terpopuler

