Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,5%

Kamis, 19 Maret 2020 | 14:42 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,75%.

Sementara suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan kebijakan moneter akan tetap akomodatif dan konsisten dengan perkiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang aman, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global sehubungan dengan terjadinya Covid-19.

Meski begitu, ia memastikan akan terus memantau berbagai perkembangan dan akan terus berkoordiansi secara erat bersama pemerintah dan otoritas terkait untuk memitigasi dampak penyebaran covid terhadap perekonomian.

"Kami terus memantau , mencermati dan tempuh langkah bersam akooridnasi sesuai kewenangan maisng masing dalam mitigasi damapk covid 19 ke stabilistasi sistem ekonomi dan makroekonomi" jelas Perry dalam RDG di Gedung BI, Kamis (19/3).

Dia mengakui virus corona telah menekan sejumlah mata uang di dunia termasuk Rupiah di Indonesia.

Josua Pardede, ekonomi Bank Permata. Foto: metrotv
Josua Pardede, ekonomi Bank Permata. Foto: metrotv


Sebelumnya, Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede memproyeksi, BI7DRR akan kembali turun 25 bps menjadi 4,5%. Ini sebagai respons atas mewabahnya virus korona baru (Covid-19) yang menekan perekonomian global maupun domestik.

"Pelonggaran kebijakan moneter dapat meminimalkan dampak negatif ke perekonomian," ujar dia saat dihubungi, Selasa (17/3).

 Selain itu, pemangkasan suku bunga acuan juga sejalan dengan langkah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) yang juga telah menurunkan suku bunga acuan atau Fed funds rate menjadi 0-0,25%.

 Bahkan, bank sentral negara lain pun telah melakukan langkah serupa untuk menjaga perekonomian dalam negeri dari tekanan pandemi Covid-19. "Pemangkasan suku bunga acuan BI (dilakukan) dengan melihat assement suku bunga global," jelas kata Josua

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN