Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Foto ilustrasi: IST

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Foto ilustrasi: IST

THR akan Dikaji Ulang, Korpri Usul Utamakan Pensiunan dan Guru

Selasa, 7 April 2020 | 13:52 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id -  Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional memahami rencana pengkajian ulang terkait pemberian THR dan gaji-13 bagi PNS, sejalan dengan tekanan pada penerimaan negara di tengah naiknya belanja negara, dikarenakan penanggulangan pandemi virus korona. Akan tetapi Korpri mengusulkan agar memprioritaskan THR bagi Penisunan dan Guru.  

“Korpri memahami betul keputusan negara dengan kondisi keuangan yang saat ini memang cukup berat akibat imbas dari pandemi Covid-19. Korpri meyakini negara akan memikirkan dengan sangat baik kebijakannya,” jelas Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri, Zudan Arif Fakrulloh kepada Investor Daily, Selasa (7/4).

Advertisement

Kendati begitu, Zudan mengusulkan agar pemerintah dapat memprioritaskan para pensiunan, guru, serta pegawai golongan 1 dan golongan 2, dalam pembayaran THR bagi pegawai negeri sipil (PNS).

Selain itu, ia menyebut bahwa dalam kondisi seperti ini, ASN termasuk ke dalam profesi yang aman ketimbang sektor lain, seperti sektor informal yang saat ini sangat terhantam dampak korona.

Oleh karena itu, ia mendorong pegawai pelat merah untuk melakukan aksi solidaritas, salah satunya berkenaan dengan tunjangan hari raya mereka.

"Mengenai THR, dalam kondisi luar biasa ini, kita dituntut untuk berpikir dan bertindak luar biasa, termasuk ASN. Kalau bisa mari seluruh ASN sumbangkan kepada negara THR-nya untuk negara, agar negara bisa leluasa menggunakannya untuk keperluan lain," ujarnya.
 

Zudan mengatakan saat ini THR untuk para pensiunan, ASN, Tentara Nasional Indonesia dan Polri bisa mencapai Rp 35 triliun dan dinilai cukup besar. Sehingga kalau para pegawai negeri, khususnya yang masih aktif bisa menyumbangkan tunjangan hari rayanya untuk negara, maka negara bisa mengalokasikannya untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

Kendati demikian, ia tidak memungkiri ada juga beberapa pihak yang membutuhkan THR, misalnya pensiunan, guru, dan PNS golongan 1 dan 2. Sementara, untuk para pejabat, misalnya dari eselon I dan eselon 2, menurut dia kehidupannya sudah mencukupi.

"Apapun keputusan negara kami mendukung, tapi kalau bisa solidaritas ASN menyumbangkan THR-nya akan lebih baik," ujar Zudan menegaskan.

Adapun Kementerian Keuangan memperkirakan defisit APBN 2020 akan meningkat hingga Rp 853,07 triliun atau 5,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat Rp 545,77 triliun atau 117% dari target awal dalam APBN yakni defisit anggaran 1,76% PDB atau Rp 307,3 triliun.

Untuk pendapatan negara diprediksi terkoreksi hingga 10% hanya akan mencapai Rp 1.760,9 triliun atau 78,9% dari target APBN 2020 sebesar Rp 2.233,2 triliun. Sedangkan sisi belanja pemerintah pusat mengalami kenaikan menjadi Rp 2.613,8 triliun dari yang ditargetkan dalam APBN  2020 sebesar Rp 2.540,4 triliun.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN