Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto saat menggelar konferensi pers dan meresmikan pembukaan pendaftaran Program Kartu Prakerja secara virtual, Sabtu (11/4) malam.

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto saat menggelar konferensi pers dan meresmikan pembukaan pendaftaran Program Kartu Prakerja secara virtual, Sabtu (11/4) malam.

Pemerintah Kaji 3 Regulasi Pelaksanaan BP Jamsostek Saat Pandemi Covid-19

Minggu, 12 April 2020 | 12:23 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -- Pemerintah  tengah mengkaji pembebasan atau penundaan pembayaran iuran kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek). Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban dunia usaha, menghadapi perlambatan aktivitas ekonomi, karema mewabahnya pandemi virus corona.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini masih dalam yahapan kajian dan regulasi yang sesuai, jika dilakukan penundaan, meski begitu kajian ini sudah dilakukan pembahasan lintas kementerian.

Ia menyebut saat ini, pemerintah tengah membahas dan meneliti tiga regulasi terkait BP Jamsostek. Pertama, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Kedua, PP Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun. Kemudian regulasi ketiga, PP Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua.

 "Pemerintah masih bahas PP yang melingkupi BP Jamsostek, yakni PP 44, 45 dan 46. Ini sedang diproses untuk diteliti," tuturnya dalam pembukaan kartu pra kerja secara virtual, Sabtu (11/4) malam.

Selain rencana memberikan keringan bagi dunia usaha dalam hal BP Jamsostek, tetapi pemerintah juga membuka kemungkinan memberikan insentif terhadap iuran BPJS Kesehatan. Ia menyebut bahwa pandemi covid-19 berkaitan erat dengan isu kesehatan.

Artinya, apabila iuran peserta semakin lancar, maka semakin bagus juga perlindungan kepada pekerja yang berpotensi terdampak. "Karena pandemi ini kesehatan, maka semakin lancar iuran, maka semakin bagus cover kesehatan untuk setiap pekerja," jelasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN