Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Freeport. Foto: IST

Freeport. Foto: IST

Target Penjualan Tembaga Freeport Indonesia Terkoreksi Tipis

Senin, 27 April 2020 | 10:17 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Freeport McMoran, salah satu pemegang saham PT Freeport Indonesia, memproyeksikan penjualan tembaga pada tahun ini lebih rendah dari rencana awal yakni menjadi 742 juta pon, menyusul pandemi Covid-19 yang menyebabkan turunnya permintaan tembaga dan menekan harga komoditi ini. Sementara penjualan emas dipatok tetap 775 ribu ounces.

Executive Vice President & Chief Financial Officer Freeport McMoran Kathleen Quirk menuturkan, secara global, pihaknya memangkas biaya operasi dan anggaran belanja modal sebagai respon pasar di mana harga tembaga terkoreksi cukup tajam. Mengacu data Freeport McMoran, harga tembaga masih berada di level US$ 2,85 per pon pada Januari lalu. Namun, di April ini, harga anjlok menjadi US$ 2,32 per pon.

“Kami mengurangi produksi tembaga [secara global] sebesar 400 juta pon sebagai upaya untuk mengurangi biaya dan modal belanja guna merespon kondisi pasar,” kata dia dalam conference call kinerja kuartal I-2020 pada Jumat (24/4), waktu setempat.

Sejalan, volume penjualan tembaga Freeport McMoran juga turut terpangkas sebesar 11%. Meski demikian, proyeksi penjualan tembaga dari tambangnya di Indonesia hanya turun tipis. Pada tahun ini, penjualan tembaga dari tambang di Indonesia ditargetkan sebesar 742 juta pon atau hanya turun 1% dibanding target awal 750 juta pon. Sementara target penjualan emas dipatok tetap sebesar 775 ribu ounces.

Sementara itu, realisasi penjualan tembaga dan emas Freeport Indonesia sampai akhir kuartal pertama 2020 ini masih lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Penjualan tembaga tercatat sebesar 127 juta pon atau sekitar 21% lebih rendah dari realisasi kuartal I-2019 sebesar 174 juta pon. Selanjutnya, realisasi penjualan emas sebesar 139 ribu ounces atau 40,85% lebih rendah dari kuartal I-2019 sebesar 235 ribu ounces.

Meski ada pengurangan target penjualan tembaga, operasi tambang Freeport di Grasberg, Papua masih berjalan normal. President & Chief Executive Officer Freeport McMoran Richard Adkerson mengungkapkan, kegiatan peningkatan produksi bijih di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave dan Deep Mill Level Zone berjalan sesuai rencana di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya telah mencapai tonggak sejarah untuk produksi dalam skala besar dari blok dengan kualitas bijih tinggi namun rendah biaya ini.

Di kuartal pertama kemarin, produksi bijih dari Grasberg Block Cave dan Deep Mill Level Zone telah mencapai rata-rata 37 ribu ton per hari. “Sedikit melebihi perkiraan kami di awal tahun dan 44% lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Di akhir kuartal pertama, kami telah mampu memproduksi bijih hingga 40 ribu metrik ton per hari dan akan terus meningkat,” tuturnya.

Pada tahun ini, Freeport Indonesia telah mengalihkan seluruh kegiatan produksinya ke tambang bawah tanah. Hal ini menyusul dihentikannya operasi tambang terbuka Grasberg pada tahun lalu. Penghentian tambang terbuka lantaran cadangannya telah terkuras.

Peningkatan penjualan emas dan tembaga Freeport sejalan dengan penyelesaian tambang bawah tanah Grasberg Block Cave dan Deep Mill Level Zone. Penjualan emas dan tembaga Freeport Indonesia diproyeksikan baru mulai naik signifikan pada tahun depan, yakni tembaga 1,4 miliar pon dan emas 1,4 juta ounces. Selanjutnya penjualan mencapai puncak tertinggi pada 2023 yaitu tembaga 1,7 miliar pon dan emas 1,8 juta ounces.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN