Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Brand Ambassador Shopee Christiano Ronaldo. (Dok Shopee)

Brand Ambassador Shopee Christiano Ronaldo. (Dok Shopee)

WFH Jadi Momentum Emas Kembangkan Bisnis E-commerce

Selasa, 28 April 2020 | 19:17 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) menilai bahwa era kerja dari rumah (work from home/WFH) menjadi momentum emas (golden moment) bagi perusahaan digital untuk mengembangkan bisnis sekaligus berperan besar terhadap pertumbuhan industri e-commerce.

"Ini sebetulnya golden moment, terutama untuk perusahaan digital, orang yang tadinya tidak melek digital, namun sejak WFH mau tidak mau jadi harus bisa," kata Ketua Umum IdEA Igantius Untung dalam diskusi bertema MarkPlus Industry Roundtable E-commerce and Application (Tech) Industry Perspective di Jakarta, Selasa (28/4).

Meski demikian, menurut Untung, tidak semua sektor di dunia e-commerce dan bisnis berbasis aplikasi mengalami keuntungan. Beberapa e-commerce di bidang travel dan transportasi mengalami tekanan, sehingga mengalihkan fokus pada hal lain seperti campaign dengan tema yang berkaitan dengan Covid-19, mendorong special offer dan lain-lain.

"Kalau kita lihat Traveloka, Tiket.com, mengalami tekanan. Jadi yang dilakukan pemain itu salah satunya melakukan kampanye digital dengan tema terkait corona," jelas dia.

Dalam kesempatan sama, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi melihat sisi lain dari digital bahwa meskipun telah berusaha menerapkan omni channel, omzet ritel modern dari digital tidak memberikan kontribusi yang begitu besar bagi pendapatan keseluruhan.

"Penjualan online untuk ritel modern pada kuartal I-2020 naik 15%, namun hanya memberikan kontribusi sekitar 8% dari total penjualan, penjualan di toko ritel pakaian turun 80% karena kunjungan ke toko juga turun hingga 50%," ujar dia.

Founder and Chairman MarkPlus Inc Hermawan menyarankan agar pebisnis ritel untuk tetap optimistis, karena setelah pandemi berakhir ada hal baru yang mungkin muncul.

"Industri harus bersiap dengan strategi baru agar tetap berada dalam top of mind pelanggan. Orang nanti tidak lagi cuma mau beli produk, tapi ada experience lain yang bakal dicari, seperti pengalaman apa yang didapatkan ketika mereka membeli sesuatu, apalagi jika sampai ada revenge shoping," tutur dia.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN