Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Staf Ahli Menkeu Bid Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Dasa Nugraha dalam Diskusi Zooming with Primus
Jaminan Kesehatan Berkeadilan, Selasa (26/5/2020). Sumber: BSTV

Staf Ahli Menkeu Bid Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Dasa Nugraha dalam Diskusi Zooming with Primus Jaminan Kesehatan Berkeadilan, Selasa (26/5/2020). Sumber: BSTV

21.080 Tenaga Medis Sudah Terima Insentif

Jumat, 3 Juli 2020 | 14:44 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id Sebanyak 21.080 tenaga kesehatan (nakes) sudah mendapatkan insentif tenaga medis dengan nilai total Rp 940 miliar hingga 24 Juni 2020. Realisasi anggaran insentif tenaga medis tersebut baru 1,6% dari pagu insentif tenaga medis sebesar Rp 5,9 triliun.

“Realisasi (insentif) tenaga kesehatan ada 21 ribuan, dan daerah ada enam ribuan. Sementara 16 tenaga medis yang meninggal juga sudah kami beri santunan. Nanti akan update terus kok jumlahnya,” ujar Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kunta Wibawa dalam media briefing Tanya BKF, Jumat (3/7).

Kemudian, untuk realisasi pembayaran tagihan klaim penggantian biaya perawatan pasien Covid-19 dari 750 rumah sakit sudah mencakup 62,5%. Sedangkan beberapa rumah sakit lainnya juga masih dalam proses pencairan, karena masih menunggu proses administrasi. "Yang sisanya belum karena kita menunggu dokumen untuk dilengkapi," jelas Kunta.

Di samping itu, anggaran penanganan kesehatan oleh gugus tugas sudah terealisasi Rp 2,9 triliun atau mencapai 83,48% dari pagu yang sebesar Rp 3,5 triliun. Dari sisi insentif perpajakan bidang kesehatan sudah terealisasi Rp 1,3 triliun atau mencapai 14,82% dari pagu yang sebesar Rp 9,05 triliun.

Sementara bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN) dari pagu yang sebesar Rp 3 triliun belum terserap sama sekali, karena baru akan dibayarkan pada Agustus mendatang. "Untuk bantuan iuran JKN karena memang mulai Juli ini, maka akan mulai dibayarkan per Agustus,” tutur dia.

Seiring kasus positif Covid-19 yang bertambah 1.624 orang menjadi 59,394 kasus positif Covid-19 di Tanah Air, Kemenkeu belum memiliki rencana untuk menambahkan anggaran kesehatan penanganan Covid-19. Pasalnya, Kunta menjelaskan, anggaran kesehatan yang disiapkan pemerintah untuk menangani berbagai dampak dari Covid-19 yang mencapai Rp 87,55 triliun tersebut sudah diperhitungkan secara matang.

"Anggaran kesehatan memang kondisinya ‘kan positif itu semakin tinggi karena semakin banyak tes. Tapi rasio sama. Kalau nambah atau tidak, anggaran Rp 87 triliun itu sudah diperkirakan itu," kata dia.

Kunta menyebut, anggaran kesehatan yang disiapkan pemerintah sudah mempertimbangkan kondisi naik atau turunnya positif Covid hingga akhir tahun.

"Waktu itu ada modeling sampai Desember positif Corona berapa. Tapi udah ada modeling itu, sampai akhir tahun itu perkirakan ada sekian ratus ribu kena yang masuk RS berapa pasien. Berapa ini yang kita tampung Rp 87,55 triliun," tandas dia.

Sebagai informasi, anggaran dalam penanganan Covid-19 di sektor kesehatan total anggaran yang tercantum dalam Perpres 72/2020 mencapai Rp 87,55 triliun, naik dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 75 triliun.

Rincian pemanfaatan anggaran itu adalah sebanyak Rp 65,8 triliun digunakan untuk belanja penanganan Covid-19, Rp 5,9 triliun untuk insentif tenaga medis, santunan kematian Rp 300 miliar, bantuan iuran JKN Rp 3, triliun, gugus tugas Covid-19 Rp3,5 triliun, dan insentif perpajakan di bidang kesehatan Rp 9,05 triliun.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN