Menu
Sign in
@ Contact
Search
Suasana lengang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (25/4/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Suasana lengang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (25/4/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Terdampak Covid-19

AP II Lakukan Efisiensi Di 19 Bandara

Senin, 4 Mei 2020 | 16:41 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) melakukan penghematan (efisiensi) biaya operasional di 19 bandara yang dikelola perseroan di tengah sepinya bisnis penerbangan imbas pandemi virus corona (Covid-19).

Direktur Teknik AP II Agus Wialdi mengatakan, salah satu fokus perusahaan saat ini adalah menghemat biaya operasional sekaligus memastikan bandara tetap beroperasi untuk menjaga konektivitas transportasi udara nasional.

“Penghematan menjadi salah satu kunci dalam merespons tantangan Covid-19. Bandara AP II saat ini beroperasi dengan lebih sederhana dibandingkan kondisi normal, menyesuaikan juga dengan trafik penumpang dan penerbangan," kata Agus dalam keterangannya, Senin (4/5).

Agus menuturkan, implementasi penghematan operasional antara lain seperti di Bandara Soekarno-Hatta yakni menghentikan sementara operasional Skytrain untuk diganti dengan optimalisasi shuttle bus sebagai transportasi publik antarterminal.

Saat ini, Transit Oriented Development (TOD) di Soekarno-Hatta juga ditutup, di mana selain bisa menghemat juga guna mendukung physical distansing.

“Secara umum, penghematan biaya operasional terbesar adalah di penggunaan listrik. Kami melakukan penghematan penggunaan listrik di seluruh bandara hingga sekitar 46%," ungkap Agus.

Dia menambahkan, penghematan listrik antara lain dilakukan dengan mengurangi penggunaan fasilitas nonprioritas seperti penyejuk udara dan sebagainya, dengan tetap menjaga aspek keamanan, keselamatan, kesehatan, dan pelayanan.

Di samping listrik, bandara PT Angkasa Pura II juga melakukan penghematan penggunaan air bersih hingga 60% serta penghematan penggunaan kendaraan operasional di kawasan bandara, baik sisi udara mau pun sisi darat.

Adapun selain penghematan biaya operasional, lanjut Agus, PT Angkasa Pura II juga melakukan penghematan atau pengurangan biaya pemeliharaan fasilitas nonprioritas atau yang tidak mendesak. Penghematan sangat ketat juga diterapkan pada pos belanja modal (capital expenditure/capex), di mana capex hanya akan digunakan untuk kebutuhan yang dinilai sangat dibutuhkan dengan memperhitungkan situasi dan kondisi saat ini.

Menurut Agus, penghematan capex ini juga mencakup porsi yang sebelumnya direncanakan untuk pengembangan di bandara-bandara kerja sama pemanfaatan barang milik negara (KSP BMN) yaitu Bandara Radin Inten II (Lampung), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), dan Tjilik Riwut (Palangkaraya).

”Melalui berbagai penghematan biaya, maka dapat seluruh bandara PT Angkasa Pura II tetap beroperasi optimal dan selalu siaga melayani berbagai penerbangan yang masih diizinkan sesuai Permenhub No. 25/2020, termasuk penerbangan dalam rangka mengatasi Covid-19,” ujar Agus.

Dengan penghematan ini, lanjut Agus, bandara PT Angkasa Pura II dapat cepat mengoptimalkan seluruh sumber daya guna melayani meningkatnya lalu lintas penumpang pesawat dan penerbangan saat Covid-19 sudah dapat dikendalikan. 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com