Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nelayan melakukan bongkar muat hasil tangkapan laut di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta, Selasa (21/4/2020).  Foto: SP/Ruht Semiono

Nelayan melakukan bongkar muat hasil tangkapan laut di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Industri Perikanan Tangkap Terdampak Covid-19

Senin, 11 Mei 2020 | 16:30 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id -- Wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020 telah memberikan dampak signifikan terhadap subsektor industri perikanan tangkap nasional.

Pandemi Covid-19 membuat permintaan dari luar negeri menurun sekitar 40% dan menyebabkan gudang penyimpanan penuh sehingga membuat perusahaan mengurangi persediaan bahan baku. Selain itu, pembatasan transportasi dan pekerja di pabrik mengurangi kapasitas penyerapan ikan dari nelayan dan juga pengurangan output produksi sekitar 10%.

Akibatnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah merevisi target produksi perikanan tangkap tahun 2020 dari 8,02 juta ton menjadi 7,7 juta ton. Perubahan target ini berdasarkan hasil analisa volume produksi akibat pandemi Covid-19.

Untuk menyelamatkan industri perikanan semua pihak diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pasar dalam negeri termasuk mengupayakan penyerapan industri perikanan seperti produk ikan kaleng dalam paket bantuan sosial pemerintah.

Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Abdi Suhufan mengatakan, dampak Covid-19 sudah mulai dirasakan pada industri perikanan tangkap dari hulu ke hilir. “Meskipun dalam skala yang berbeda-beda tetapi dampak Covid-19 ini sudah sangat terasa dan harus dicarikan solusinya,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (11/5).

Industri perikanan tangkap harus mendapatkan perhatian karena aktivitas industri perikanan tangkap mampu menyerap tenaga kerja dan melakukan pembelian hasil tangkapan nelayan kecil.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengurangi risiko atau dampak Covid-19 pada sektor perikanan.

Salah satunya dengan menerbitkan surat edaran Menteri KKP tentang alih muatan pada kapal perikanan. Isi surat tersebut adalah kapal pengangkut ikan yang mempunyai surat izin dapat mendaratkan ikan di pelabuhan perikanan baik yang tercantum dalam surat izin maupun yang tidak tercantum.

Kelonggaran ini tetap dengan ketentuan bahwa ikan hasil tangkapan tidak boleh dibawa keluar negeri dan pelaksanaannya bermitra dengan kapal penangkap ikan.

KKP juga telah mengusulkan perluasan cakupan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 tahun 2020 tentang insentif pajak untuk wajib pajak terdampak wabah virus Corona dengan memasukkan kegiatan industri kelautan dan perikanan.

“Target penerima manfaat adalah industri kelautan dan perikanan berdasarkan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia,” ujar dia.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN