Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (Inaca) Denon Prawiraatmadja

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (Inaca) Denon Prawiraatmadja

INACA: Maskapai Harus Pastikan Calon Penumpang Penuhi Syarat

Jumat, 15 Mei 2020 | 13:55 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mengingatkan maskapai agar memastikan calon penumpangnya yang akan membeli tiket pesawat telah memenuhi persyaratan untuk melakukan perjalan di masa pembatasan perjalanan saat ini.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menjelaskan, dalam masa pembatasan perjalanan sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No. 4/2020 dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2020, diterapkan tiga filtrasi sebelum masyarakat dengan kepentingan tertentu benar-benar bisa melakukan perjalanannya dengan pesawat.

"Unsur pertama filtrasi itu sebetulnya ada pada saat pembelian tiket," kata Denon saat dihubungi, Jumat (15/5).

Dia melanjutkan, lewat SE Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. 32/2020, Maskapai diwajibkan untuk hanya melayani pembelian tiket di kantor maskapai. Hal ini supaya dalam kaitan penumpang membeli tiket, bisa  diverifikasi apakah yang bersangkutan memenuhi persyaratan, antara lain syarat adanya surat keterangan sehat, surat bebas Covid-19, dan sebagainya.

Namun, kata Denon, saat ini maskapai masih ada yang menjual tiketnya secara online maupun melalui agen perjalanan.

Dia menilai, proses filtrasi akan kurang berjalan maksimal dengan penjualan tiket secara online dan melalui agen perjalanan itu.

"Jadi kalau maskapai jualan online, kemudian lewat travel agent ini menurut saya filtrasinya tidak dijalankan dengan baik," papar Denon.
 
Dia menekankan, pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan maskapai untuk benar-benar memastikan calon penumpang yang akan membeli tiket telah memenuhi persyaratan.

"Justru dalam hal ini saya sebagai ketua asosiasi mengimbau semua maskapai harus paham bahwa filtrasi awal ada di pembelian tiket sehingga kalau mereka mau melakukan di dalam website-nya maskapai, minimal mereka memastikan ada fitur-fitur yang menanyakan kelengkapan dokumen," terang Denon.

Sedangkan untuk penjualan melalui agen perjalanan online, Denon menilai, sulit untuk dilakukan proses filtrasi.

"Jadi kalau melalui travel agent online sudah tidak mungkin bisa ya karena tidak bisa harus mempersyaratkan itu. Ini bukan dalam keadaan reguler tapi irreguler," papar Denon.

Adapun proses filtrasi kedua dilakukan di pintu gerbang atau gate sebelum masuk ruang check-in. Di situ ada petugas yang akan memverifikasi syarat-syarat yang sudah ditunjukkan pada saat pembelian tiket.

Setelah semua lengkap, Denon menyampaikan, calon penumpang sudah dapat masuk ke ruangan check-in guna memperoleh dokumen clearance. Lantas, pada memasuki pemeriksaan kedua (security check point 2) dilakukan filtrasi ketiga dengan pemeriksaan dokumen clearance tersebut oleh petugas.

"Jadi kalau semua proses filtrasi yang tercantum dalan SE Dirjen 32 itu dilakukan ya sebetulnya tidak perlu juga terjadi sampai penumpukan. Tapi saya berharap di bandara ada suatu line lebih bisa di-prepare supaya jangan terlalu menumpuk," terang Denon.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com