Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Posisi Cadev Akhir Mei Meningkat US$ 2,6 Miliar

Senin, 8 Juni 2020 | 10:37 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) pada akhir Mei meningkat US$ 2,6 miliar  menjadi US$ 130.5 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi April sebesar US$ 127,9 miliar.

Direktur Eksekutif Kepada Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkapkan peningkatan posisi cadev Mei dipengaruhi oleh penarikan utang luar negeri Pemerintah dan penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.

Advertisement

BI meyakini posisi cadev akan tetap memadai untuk mendukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko

“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (8/6).

Ia mengatakan bahwa posisi cadev juga mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Adapun catatan Bank Indonesia, aliran modal asing mulai masuk pada minggu kedua Mei 2020, tercatat net inflow ke SBN sebesar Rp 2,97 triliun. Kemudian net inflow di minggu ketiga bulan tersebut yang mencapai Rp 6,15 triliun.

Arus modal asing masih masuk pada minggu keempat Mei 2020, yaitu sebesar US$ 2,54 triliun dan berlanjut pada pekan pertama Juni, net inflow sebesar US$ 7,01 triliun.

Josua Pardede. Foto: IST
Josua Pardede. Foto: IST

Ekonom Permata Bank, Josua Pardede mengungkapkan peningkatan posisi cadev seiring masuknya kembali investasi asing ke pasar saham dan oblogasi.

“Pada bulan Mei investor asing membukukan capital inflow di Indonesia sebesar US$ 546 juta dipasar saham dan US$ 466 juta dipasar obligasi”tuturnya ketika dihubungi.

Ia mengatakan bahwa, masuknya investor di pasar saham telah mendorong penguatan tipis terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) pada bulan Mei 2020 sebesar 0,7% di bulan Mei.

Dengan berbagai faktor positif masuknya investor asing ke berbagai asset keuangan, turut mendorong penguatan rupiah dan mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang turun 53 bps menjadi 7,35%.

“Masuknya investor asing ini pun juga terlihat pada pergerakan Rupiah, yang sejak awal bulan Mei mengalami penguatan sebesar 1,6% sepanjang bulan Mei ke level Rp 14.645,”jelansya .

Di sisi lain, penguatan rupiah juga mengindikasikan bahwa penurunan rata-rata volatilitas nilai tukar rupiah pada bulan Mei yang menurun menjadi 15,6% dari bulan sebelumnya yang tercatat 21,3%.

Kemudian penguatan rupiah juga indikator bahwa langkah stabillisasi rupiah yang dilakukan Bank Indonesia cenderung marginal. Tak hanya itu, pada lelang SBBI juga menunjukkan permintaan mulai membaik, karena sebelumnya  tidak ada yang memenangkan lelang SBBI yang dilakukan oleh BI.

“Selain aliran dana investor, penguatan ini didorong juga dari lelang SBBI valas yang berhasil dimenangkan sebesar US$536 juta, suatu tanda bahwa permintaan di pasar keuangan mulai membaik,”tutunrya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN