Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

Asumsi Imbal Hasil SBN Tenor 10 Tahun Direvisi Jadi 6,29-8,29%

Senin, 22 Juni 2020 | 13:10 WIB
Triyan Pangastuti

Jakarta, investor.id-Pemerintah merevisi asumsi imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun untuk tahun depan menjadi 6,29-8,29%. Hal itu dilakukan seiring dengan perkembangan kondisi ketidakpastian di pasar keuangan yang mulai positif.

Kementerian Keuangan merevisi asumsi imbal hasil SBN tenor 10 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (KEM PPKF RAPBN) 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dalam penyampaian awal KEM PPKF pemerintah menetapkan asumsi SBN tenor 10 tahun 6,67-9,56%, akan tetapi saat ini pemerintah menggantinya menjadi 6,29-8,29% pada asumsi tahun depan.

Sri Mulyani mengatakan, perubahan asumsi didasari atas perkembangan ketidakpastian di pasar keuangan global dan nasional yang dinilainya mulai positif. Asumsi awal disusun pada situasi pasar Maret-April 2020 yang masih tinggi volatilitasnya sehingga sangat tinggi 9,60%. “Sekarang yield SBN 10 tahun sudah turun mendekati 7%, sehingga kami mengusulkan asumsinya diturunkan menjadi 6,29-8,29%. Ini seiring dengan perkembangan SBN kita yang kita issued pada minggu terakhir yang menunjukkan perbaikan signifikan dengan sentimen market yang lebih positif,” kata Menkeu saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (22/6).

Selain itu, penggantian penggunaan suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN) 3 bulan dalam perhitungan Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN), dikarenakan relevansi penggunaan suku bunga SPN 3 bulan sangatlah kecil. Oleh karena itu, selain mengusulkan untuk menggunakan suku bunga SBN 10 tahun sebagai acuan SPN, Kemenkeu juga mengusulkan penggunaan SBN tenor 5 tahun sebagai acuan SPN dengan tingkat imbal hasil diperkirakan 5,88-7,88%. “Nah ini yang gambarkan bahwa 2 SBN ini sangat mempengaruhi postur belanja suku bunga kita karena mereka menjelaskan lebih dari 5-5,90% lebih dari 10% dari total outstanding domestik,” tuturnya.

Sementara indikator asumsi makro ekonomi yang sudah disampaikan di KEM PPKF RAPBN 2021 tetap, yaitu pertumbuhan ekonomi 4,50-5,50%. Kemudian, kinerja inflasi ditargetkan berada di kisaran 2-4%. “Meski ada pemulihan ekonomi, untuk sisi tekanan terhadap permintaan masih tidak terlalu tinggi. Komponen inti terjaga kebijakan moneter dan untuk volatile food akan dijaga sebab fokus ke jaga keamanan pangan” jelasnya. Sementara itu, untuk administered price di tahun depan akan dijaga dan dicari keseimbangan antara bantuan sosial dengan keinginan memberikan target subsidi ke masyarakat dan distorsi sektor komoditas.

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN