Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat media briefing di Jakarta, Jumat (05/06/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat media briefing di Jakarta, Jumat (05/06/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

BI: Posisi Cadev Juni Diperkirakan Membaik

Senin, 22 Juni 2020 | 14:28 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

Jakarta, investor.id-Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini posisi cadangan devisa (cadev) bulan Juni akan kembali meningkat dibandingkan posisi cadev Mei. Perkiraan peningkatan cadangan devisa seiring masuknya aliran modal asing ke aset keuangan dan perbaikan di sisi neraca pembayaran Indonesia (NPI). “Kami melihat akhir Juni ini mudah-mudahan cadev akan meningkat juga," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI terkait Asumsi dasar dalam KEM-PPKF RAPBN 2021 di Jakarta, Senin (22/6).

Ia memperkirakan neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2020 akan membaik dengan surplus sekitar US$ 8,9 miliar. Ada juga perbaikan defisit transaksi berjalan yang didorong oleh data neraca dagang pada bulan lalu yang mencetak surplus US$ 2,09 miliar. “Meski kita tahun surplus memang terjadi, karena kontraksi penurunan impor yang lebih dalam daripada ekspor namun demikian untuk neraca perdagangan,” tutur dia.

Advertisement

Di sisi lain, ia mengatakan ketidakpastian di pasar keuangan yang mereda, telah mendorong aliran modal asing yang kembali masuk ke Indonesia, yang akan mendorong perbaikan pada surplus transaksi modal dan finansial. Berdasarkan data yang dipaparkan, transaksi modal diperkirakan naik menjadi US$ 10,1 miliar, terutama karena penerbitan global bond dan masuknya investasi portofolio asing. “Kami catat investasi portofolio pada kuartal II-2020 hingga 15 Juni tercatat inflow sebesar US$ 7,3 miliar. Dengan perkembangan perbaikan neraca pembayaran”jelasnya.

Dengan demikian, Perry mengatakan untuk laju defisit transaksi berjalan diperkirakan akan rendah sekitar 1,5 persen terhadap PDB, jauh lebih rendah dari perkiraan semula sekitar 2,5%-3% terhadap PDB. Kemudian defisit transaksi berjalan di tahun 2021 diperkirakan akan berada dikisaran bawah 2,5% hingga 3%. Adapun posisi cadev Indonesia pada Mei 2020 bertambah US$ 2,62 miliar menjadi US$ 130,5 miliar. Peningkatan ini meneruskan tren kenaikan pada April 2020 yang sebesar US$ 7,18 miliar menjadi US$ 127,9 miliar.

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN