Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

PMI DEKATI 50

Ekonomi Global Membaik, Harga Komoditas Mulai Naik

Senin, 20 Juli 2020 | 18:46 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA- Kementerian Keuangan mengungkapkan ekonomi global mulai mengalami perbaikan setelah mengalami  tekanan hebat akibat pandemi Covid-19. Hal ini diindikasikan melalui Purchasing Managers' Index atau PMI di beberapa negara sudah kembali ke arah 50.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tren perbaikan yang berlanjut di bulan Juni yang mengindikasikan aktivitas ekonomi global mulai pulih di akhir kuartal II.

Ia menyampaikan aktivitas ekonomi global terus menunjukkan perbaikan, meski masih di level kontraksi.  PMI global Juni mencapai level 47,8, membaik dari bulan sebelumnya 42,4, meski belum ekspansi di level 50.

Kendati begitu, ia mengatakan bahwa PMI global membaik dari level terendahnya pada April 2020 di posisi 39,6.

“Dilihat shape sudah terjadi turn around mulai Mei dan akselerasi Juni. Bahkan beberapa negara sudah berada di 50 berarti menunjukkan adanya pemulihan yakni Amerika Serikat, Tiongkok, Malaysia. Tetapi PMI Indonesia masih di di bawah 50, tapi dilihat bentuknya sudah terjadi turn around," ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (20/7).

Selain itu, ia mengatakan dengan adanya aktivitas ekonomi yang semakin menggeliat ditunjukan harga komoditas tunjukan perbaikan. Harga minyak mulai stabil di US$40 per barel, karena ada pemangkasan produksi dan pemulihan permintaan.

“Kembalinya aktivitas ekonomi di beberapa negara turut mendorong harga komoditas industri yang mengalami rebound”tuturnya.

Kemudian untuk harga komoditas andalan ekspor Indonesia di pasar global harganya juga membaik, seperti minyak sawit mentah (CPO), batu bara, dan tembaga.

Lanjutnya kondisi di sektor keuangan juga menunjukan stabilitas, pemulihan semenjak kepanikan terjadi Maret April lalu. Saat ini berbagai indikator yield, surat utang pemerintah 10 tahun di beberapa negara dengan denominasi lokal maupun valas, di negara emerging mulai pulih.

“Yeild mulai menurun harga naik, artinya suku bunga yang ditanggung jadi rendah. Kemudian nilai  tukar lokal currency mulai tunjukan perbaikan depresiasi mengecil dan atau mengalami apresiasi seperti di Fillipina,”tuturnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com