Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Insentif Rp 1,9 Triliun bagi Daerah Sukses Tangani Covid-19

Rabu, 22 Juli 2020 | 12:37 WIB
Arnoldus Kristanus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

Jakarta, investor.id-Pemerintah akan memberikan tambahan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 1,9 triliun untuk daerah yang bisa melakukan penanangan Covid-19 dengan baik. DID diberikan terhadap 171 daerah yang terdiri atas 16 provinsi, 120 kabupaten, dan 35 kota. DID diharapkan bisa digunakan kembali untuk penanganan Covid-19 di daerah tersebut.

Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti mengatakan, selama ini pemberian DID dilakukan berdasarkan penilain kinerja daerah yang dilakukan satu tahun sebelumnya. “Saat ini, kami mengembangkan penilaian yang sifatnya adalah on going, jadi pada tahun berjalan penilaian dilakukan dan ini akan kami deploy dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata dia dalam seminar daring di Jakarta, Rabu (22/7).

DID akan dibagikan dalam tiga tahap. Tahap pertama penyaluran DID paling lambat September 2020. Diikuti Penyaluran DID tambahan periode kedua dan periode ketiga yang dilakukan sekaligus tiap periode paling lambat dua bulan setelah rincian alokasi tiap periode ditetapkan. Alokasi periode kedua dilakukan paling lambat September 2020 dan periode ketiga dilakukan paling lambat Oktober 2020.

Astera menjelaskan, penilaian dilakukan berdasarkan konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga daerahnya agar tetap berada dalam zona aman, baik dari segi paparan Covid-19 dan bisa memperbaiki performanya. “Penilaian ini sudah kami lakukan sejak beberapa bulan lalu,” kata dia.

Saat ini, pemerintah daerah menggunakan APBD untuk upaya penanganan Covid-19. Pertama, fokus terhadap penggunaan anggaran di bidang kesehatan, khususnya mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan. Kedua, menggunakan anggaran untuk jaring pengaman sosial, kondisi perekonomian yang sedang terpuruk mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Ketiga, berupaya untuk mendongkrak ekonomi daerah yang terkena dampak Covid-19. “Kita tahu harga komoditas turun, banyak pedagang pasar yang tidak bisa berjualan karena adanya pembatasan,” jelas dia.

Namun demikian, dengan adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejumlah sektor mulai menujukan pemulihan. Dengan adanya pemulihan ini diharpkan perekonomian daerah bisa kembali pulih. “Kami harapkan daerah betul-betul bisa memanfaatkan DID ini untuk tiga hal tersebut dan untuk mengungkit ekonomi daerah secara keseluruhan,” pungkas Astera.

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN