Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Kementerian Keuangan Jakarta. Foto ilustrasi: kemenkeu.go.id

Gedung Kementerian Keuangan Jakarta. Foto ilustrasi: kemenkeu.go.id

Rp 10 T Disiapkan untuk Pulihkan Ekonomi di Daerah

Rabu, 22 Juli 2020 | 14:38 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

Jakarta, investor.id-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan merelaksasi prosedur penyaluran pinjaman terhadap pemerintah daerah (pemda) melalui PT Sarana Multi Infrastruktur Persero (SMI). Kemenkeu sedang menyiapkan dana Rp 10 triliun untuk menjalankan skema yang bertujuan mempercepat pembangunan proyek padat karya di daerah tersebut.

Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti menyatakan, prosedur pinjaman daerah yang selama ini melalui PT SMI relatif memakan waktu agak lama. “Karena itu, saat ini kita melakukan relaksasi. Tadinya direncanakan pinjaman daerah melalui Direktorat Perimbangan Keuangan akhirnya kami putuskan tetap melalui PT SMI, namun kami relaksasi,” kata Astera dalam seminar daring, Rabu (22/7).

Dalam hal ini, PT SMI berperan sebagai pihak yang menentukan daerah mana yang berhak untuk mendapatkan pinjaman. Namun pemberian pinjaman tetap dilakukan sesuai dengan arahan Kemenkeu, dana pinjaman ini diharapkan akan menggerakan perekonomian daerah. “Kalau ada proyek-proyek atau program yang baik kalau misal sesuai program yang ditetapkan pemerintah, bisa mengajukan ke PT SMI. Ini prioritas kita sebagai pendongkrak ekonomi daerah," jelas Astera.

Di masa pandemi Covid 19 ini, pemerintah daerah sudah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, sehingga banyak kegiatan belanja yang dihentikan sementara, salah satunya penggunaan cadangan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

Untuk itu, Kemenkeu membuka lagi penggunaan cadangan DAK fisik untuk program padat karya yang mempunyai hasil yang cepat dan bisa dilaksanakan dalam waktu 3-5 bulan. Proses lelang proyek akan dipercepat, pemerintah pusat juga memberikan perpanjangan waktu kontrak, dari tadinya selesai Juli diperpanjang sampai Agustus, sehingga diharapkan penyerapan dana belanja di daerah bisa lebih optimal. “Karena penyerapan (dana belanja) di daerah menjadi bukti bahwa belanja pemerintah sekitar 44% bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar dia.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN