Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Freeport.

PT Freeport.

HARGA TEMBAGA MELONJAK

Freeport Siapkan Investasi US$ 15,1 Miliar Hingga 2041

Rabu, 5 Agustus 2020 | 10:52 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Freeport Indonesia telah menggelontorkan investasi senilai total US$ 15,8 miliar atau sekitar Rp 229 triliun (kurs Rp 14.500/dolar AS) untuk periode 1973-2019 di Indonesia. Nilai investasi serupa pun akan dikucurkan hingga 2041 sebesar US$ 15,1 miliar. Investasi US$ 15,1 miliar tersebut digunakan untuk pengembangan tambang bawah tanah, tidak termasuk investasi pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter).

“Jadi ini investasi yang sangat besar, rata-rata US$ 1 miliar satu tahun atau sekitar Rp 14 triliun per tahun,” kata Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas dalam diskusi virtual dengan Forum Pimpinan Redaksi di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Tony Wenas, Presdir PT Freeport Indonesia. Foto: IST
Tony Wenas, Presdir PT Freeport Indonesia. Foto: IST

Dia memaparkan, Freeport fokus pengembangan tambang bawah tanah lantaran tambang terbuka (open pit) Grasberg sudah selesai pada 2019 kemarin. Freeport memiliki empat tambang bawah tanah, yakni Grasberg Block Cave, DMLZ Block Cave, DOZ Block Cave, dan Big Gossan.

Dari keempat tambang tersebut, fokus Freeport kini pada Grasberg dan DMLZ. Pada tambang bawah tanah tersebut terdapat terowongan dengan panjang hingga 700 kilometer. Pada 2041, panjang terowongan secara keseluruhan bisa mencapai 1.000 km. Terowongan merupakan akses untuk mengambil bijih (ore) tembaga yang kemudian dibawa ke lokasi penghancur bijih (crusher) antara lain menggunakan kereta.

Tony menegaskan, seluruh operasi di tambang bawah tanah menggunakan pengendali jarak jauh (remote) dari ruang kontrol yang jaraknya sekitar 10 km dari tambang tersebut.

“Tiap tahun kita investasi di tambang bawah tanah ini karena tidak bisa berhenti, supaya ore-nya bisa terus menerus diambil dan tidak kolaps. Kalau dia behenti akan kolaps sendiri,” paparnya.

Rencana produksi jangka panjang
Rencana produksi jangka panjang

Menurut Tony Wenas, produksi tahun ini diperkirakan mencapai 770 juta pounds tembaga dan 820 ribu ounces emas. Kemudian tahun depan produksi meningkat dua kali lipat menjadi 1,4 miliar pounds tembaga dan 1,4 juta ounces emas.

Adapun tahun ini level produksi hampir menyentuh 100% dengan perkiraan 1,6 miliar pounds tembaga dan 1,6 juta ounces emas.

“Pada 2023 dan 2024, produksi sudah mencapai 100% untuk Grasberg Block Cave dan DMLZ hingga izin Freeport berakhir di 2041,” ujarnya.

Rencana pertambangan Freeport
Rencana pertambangan Freeport

Lebih lanjut Tony mengungkapkan, ada potensi tambang bawah tanah Kucing Liar Block Cave dengan cadangan dapat melebihi batas kontrak 2041. Namun dia menyebut untuk menggarap Kucing Liar, pihaknya harus memperhitungkan tingkat keekonomian.

Pasalnya, dibutuhkan smelter tambahan guna memurnikan konsentrat tembaga yang dihasilkan dari Kucing Liar.

“Jadi dengan sumber daya sekarang bisa jauh melewati 2041, bisa 2050-an lebih dan di bawahnya (Kucing Liar) masih ada potensi sumber daya yang bisa memperpanjang umur tambang menjadi 2070. Tapi izin kita sampai 2041, sehingga sumber daya yang ada di bawahnya tidak akan kita kerjakan. Untuk apa dikerjakan kalau kita tidak boleh menambang di atas 2041,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN