Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tony Wenas, Presdir PT Freeport Indonesia. Foto: IST

Tony Wenas, Presdir PT Freeport Indonesia. Foto: IST

Sejumlah Faktor Dongkrak Harga Tembaga

Rabu, 5 Agustus 2020 | 11:15 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengungkapkan harga tembaga melonjak dalam satu dua pekan terakhir yang menyentuh level US$ 3/pounds. Padahal, pada awal Covid merebak, harga tembaga anjlok berada di posisi US$ 2,3/pounds. Harga tembaga saat ini pun melampui kondisi harga sebelum Covid yang berada di US$ 2,8/pounds.

Tony dalam diskusi virtual dengan Forum Pimpinan Redaksi di Jakarta, Selasa (4/8/2020), menjelaskan ada sejumlah faktor yang mendongkrak harga tembaga, antara lain pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 3,2% pada kuartal II. Kondisi ini membuat Negeri Tirai Bambu itu menambah kapasitas impor hingga 50%. Faktor berikutnya akibat pasokan tembaga di sejumlah tambang terganggu, sementara permintaan tinggi.

“Ini membuat harga tembaga naik dan juga harga emas di level tertinggi,” tegasnya.

Faktor lainnya, lanjut Tony, tembaga kini dibutuhkan oleh mesin- mesin dengan efisiensi tinggi. Para produsen bersaing menciptakan mesin dengan kemampuan dan efisiensi serta efektivitas tinggi. Tembaga merupakan salah satu logam utama yang dapat mewujudkan itu.

Faktor berikutnya adalah mobil listrik yang menggunakan tembaga 4 kali lipat lebih banyak dari mobil konvensional. Kemudian stasiun pengisian daya kendaraan yang juga membutuhkan kabel tembaga dalam jumlah banyak.

Selain itu, pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga angin membutuhkan tembaga 5 kali lebih banyak dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

“Itulah faktor-faktor yang membuat tembaga lebih cepat akselarasinya dan juga tembaga logam paling baik membunuh virus dan bakteri. Kalau ada bakteri di tembaga dalam beberapa menit hilang dibandingkan stainless steel memakan waktu 4-5 hari. Gagang pintu sekarang menggunakan tembaga lebih banyak,” ujarnya.

Tony menyatakan, pasar Freeport 80-90% untuk domestik, yakni diserap oleh PT Smelting Gresik. Adapun 3-4% diekspor ke Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, India, Bulgaria, dan Filipina.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com