Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wamendag Jerry Sambuaga. Sumber: BSTV

Wamendag Jerry Sambuaga. Sumber: BSTV

Jaga Surplus Neraca Dagang, Kemendag Dorong Ekspor Produk Berbasis Teknologi

Kamis, 6 Agustus 2020 | 23:30 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan terus mencari produk ekspor alternatif untuk menjaga neraca dagang tetap surplus.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menilai, salah satu produk yang dapat ditingkatkan ekspornya ialah produk-produk berbasis teknologi, salah satunya produk simulator. Jerry mengatakan beberapa hari lalu dia meninjau produsen simulator, yang bisa digunakan untuk beragam sektor antara lain kedokteran dan pertahanan.

“Ternyata produk tersebut memiliki permintaan cukup tinggi dari beberapa negara. Selain itu kalau bicara harga, ternyata harga simulator kita cukup kompetitif dan bisa menjawab kebutuhan global dan domestik,” kata Jerry dalam tayangan Hot Economy di BeritaSatu TV, Kamis (6/8).

Menurut Jerry, Kementerian Perdagangan akan membantu eksportir simulator itu melalui perwakilan dagang yang tersebar di seluruh dunia. Para perwakilan dagang tersebut akan mempromosikan dan memfasilitasi business matching antara eksportir asal Indonesia dan pembeli di negara tempat mereka tinggal.

Hanya saja, Jerry mengakui bahwa pemerintah dan pelaku usaha mesti mewaspadai persaingan produk simulator dengan negara lain, seperti Amerika Serikat, Eropa Barat, Eropa Tmur, dan Asia.

Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa produk simulator asal Indonesia memiliki teknologi keamanan data yang lebih baik. Karena itu, dia meyakini ekspor simulator ke depannya dapat turut menjaga surplus neraca dagang Indonesia.

“Ini bisa menjadi alternatif ekspor. Karena yang kita lihat, produk ini tidak hanya produk mentah, tapi sudah diolah dan memiliki nilai tambah yang tinggi. Sehingga produk ini sesuai dengan amanat presiden, yang ingin memprioritaskan ekspor produk-produk bernilai tambah tinggi,” imbuh Jerry.

Dia mengatakan terdapat dua produk yang dia uji coba saat melakukan kunjungan ke produsen. Salah satunya adalah simulator yang dapat menampilkan otot manusia sehingga bisa digunakan oleh mahasiswa kedokteran.

Di samping itu, ada juga simulator yang dapat membuat penggunanya seolah-olah sedang mengendarai tank dan menggunakan senjata. Karena itu penggunaan simulator diyakini bisa membuat sektor pertahanan lebih efisien.

Sebelumnya, Jerry mengunjungi produsen simulator, PT Alam Virtual Semesta (AVS) di Bandung. PT AVS merupakan produsen alat-alat simulator seperti simulator untuk pendidikan teknik, pendidikan kedokteran, konferensi video, dan alat-alat militer, misalnya tank dan senjata. PT AVS telah mengekspor simulator tank khusus yang kini telah digunakan tentara Filipina.

"Meskipun sudah menembus pasar asing, pemasaran yang lebih luas harus terus dilakukan agar bisa menjangkau tidak hanya ASEAN tetapi juga Asia bahkan hingga tingkat global. Kemendag akan ikut mendorong agar jaringan pemasaran PT AVS terus meluas," tutur Jerry dalam keterangan resmi.

Jerry menambahkan, banyak perjanjian perdagangan yang memberikan preferensi tarif bagi produk teknologi Indonesia. Salah satunya ketentuan Perjanjian ASEAN-Hong Kong, China Free Trade Agreement (AHKFTA) yang membuat produk-produk telekomunikasi Indonesia mendapat tarif 0% untuk masuk ke Hong Kong. Menurut Wamendag, produk-produk simulator juga harus bisa didorong untuk masuk ke pasar negara lain dengan mekanisme perjanjian perdagangan.

"Kita harus yakin Indonesia bisa memasukkan produk berteknologi tinggi ke negara lain. Dengan terbukanya peluang ini, diharapkan akan semakin banyak produsen berbasis teknologi lainnya yang akan melakukan ekspor. Kita harus bisa memanfaatkan intelektualitas dan kreativitas yang tinggi dari anak muda Indonesia," ucap dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN