Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) dan seluruh stakeholders di 19 bandara bersinergi memastikan prosedur kebandarudaraan dan penerbangan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di tengah pandemi Covid-19. (Ist)

PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) dan seluruh stakeholders di 19 bandara bersinergi memastikan prosedur kebandarudaraan dan penerbangan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di tengah pandemi Covid-19. (Ist)

AP II Optimistis Lalu Lintas Penumpang Masih Capai 38,9 Juta Orang

Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:08 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

Jakarta, investor.id - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II memperkirakan lalu lintas penumpang pesawat yang melalui 19 bandara kelolaannya masih mencapai 38,9 juta orang sepanjang tahun 2020.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan, angka perkiraan itu skenario optimistis di tengah anjloknya industri jasa penerbangan karena pandemi Covid-19. Dia menjelaskan, volume pergerakan penumpang selama Juli dan awal Agustus 2020 cukup menunjang untuk mewujudkan perkiraan jumlah penumpang hingga akhir tahun ini mencapai 38,9 juta orang.

"Berdasarkan data AP II, pada 1 - 5 Agustus 2020 jumlah penumpang pesawat di 19 bandara AP II tercatat 311.565 penumpang atau melesat 46%, dibandingkan dengan 1 - 5 Juli 2020 sebanyak 212.961 penumpang. Setelah jalan dua bulan, Juli dan Agustus, saya optimistis masih di track di best scenario. Saya diskusi juga dengan Pak Denon (Ketua Umum Inaca Denon B Prawiraatmadja), punya prediksi yang sama, mudah-mudahan bisa mengelola 448 ribu pergerakan pesawat di 19 bandara dan hampir mendekati 40 juta penumpang," ujar Awaluddin dalam diskusi secara virtual yang ditulis Kamis (13/8).

Awaluddin menuturkan, AP II memiliki tiga skenario dalam target penumpang pada tahun ini. Pertama, skenario terbaik, yaitu AP II mampu melayani 38,9 juta penumpang dan 448.000 pergerakan pesawat. Kedua, skenario buruk yakni  AP II hanya melayani 34,6 juta penumpang dengan 409.000 pergerakan pesawat. Ketiga, skenario terburuk, yakni 351.000 pergerakan pesawat dengan 29,3 juta pergerakan penumpang.

Awaluddin menambahkan, optimisme perusahaan juga melihat keperluan penumpang dalam mengunakan pesawat untuk transportasi. Pada mulanya, lanjut dia, dengan adanya pandemi Covid-19 penumpang menggunakan pesawat hanya untuk perjalan dinas dan bisnis. Tetapi, kini, masyarakat mulai menggunakan pesawat untuk berwisata.

"Pergeseran pariwisata belum besar, meski ada pergerakan. Akhir Juli, long weekend, saya kira masih di angka 10-15%. Sisanya keperluan bisnis, usaha kerja. Itu kenapa faktor yang didorong safe travel campaign, juga mendorong di titik destinasi," tutur Awaluddin.

Editor : Ester Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com