Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko

Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko

CAD TURUN JADI 1,2% PDB

NPI Kuartal II-2020 Surplus US$ 9,2 Miliar

Selasa, 18 Agustus 2020 | 11:09 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2020 membukukan surplus cukup besar yaitu mencapai US$ 9,2 miliar, setelah pada kuartal sebelumnya mengalami defisit hingga US$ 8,5 miliar. Kinerja NPI yang membaik tersebut didukung oleh defisit transaksi berjalan yang menurun serta besarnya surplus transaksi modal dan finansial.

“Sejalan dengan perkembangan surplus NPI tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2020 meningkat menjadi US$ 131,7 miliar. Posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 8,1 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Selasa (18/8).

Pada kuartal II-2020 defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) tercatat sebesar US$ 2,9 miliar atau 1,2% dari PDB, lebih rendah dari defisit pada kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 3,7 miliar (1,4% dari PDB). Penurunan defisit transaksi berjalan ini bersumber dari surplus neraca perdagangan barang akibat penurunan impor menyusul melemahnya permintaan domestik.

“Di samping itu, defisit neraca pendapatan mengecil karena berkurangnya pembayaran imbal hasil kepada investor asing sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal II-2020 yang tercermin pada penurunan kinerja perusahaan dan investasi,” jelas Onny.

Sementara itu, defisit neraca jasa sedikit meningkat didorong oleh defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang turun signifikan selama pandemi Covd-19. Di sisi lain, remitansi dari pekerja migran Indonesia (PMI) berkurang, sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia juga menahan penurunan defisit transaksi berjalan lebih lanjut.

Selanjutnya, surplus transaksi modal dan finansial tercatat sebesar US$ 10,5 miliar terutama berasal dari aliran masuk neto investasi portofolio dan investasi langsung, setelah pada triwulan sebelumnya mencatat defisit US$ 3 miliar. Aliran masuk investasi portofolio meningkat dalam bentuk penerbitan global bond oleh pemerintah dan korporasi serta pembelian Surat Utang Negara (SUN).

Berlanjutnya aliran masuk modal asing tersebut dipengaruhi oleh likuiditas global yang meningkat, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang tetap menarik, dan terjaganya keyakinan investor terhadap kondisi perekonomian Indonesia. “Ini terjadi sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global (akibat Covid-19),” ucap Onny.

Investasi langsung, kata Onny, turut menyumbang surplus pada neraca transaksi modal dan finansial, meskipun relatif melambat dibandingkan dengan capaian pada kuartal sebelumnya, sejalan dengan kontraksi ekonomi domestik. “Transaksi investasi lainnya mengalami defisit dipengaruhi oleh pola kuartalan meningkatnya pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo,” tutur dia.

Menurut Onny, dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia, berkoordinasi erat dengan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik kembali membaik.

“Ke depan, BI senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal,” pungkas Onny.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN