Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Menjelang RDG, BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga Acuan Tetap 4%

Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:50 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini akan mengumumkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) selama Agustus 2020. Sejumlah ekonom memperkirakan BI akan menahan laju suku bunga acuannya di level 4%.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, BI berpotensi untuk menahan suku bunga acuan pada bulan ini, lantaran kondisi rupiah yang juga sempat melemah dalam kurun waktu terakhir.

Advertisement

Kendati begitu, dia mengatakan, BI 7DRRR masih memiliki potensi juga untuk dipangkas dengan mempertimbangkan indikator kinerja inflasi yang rendah, kemudian data neraca dagang surplus.

“Ini bukan sinyal yang baik buat perekonomian, sisi inflasi rendah, CAD juga rendah defisitnya, di sisi lain perekonomian relatif rendah. Oleh karena itu, peluang turunkan timing di bulan ini dan kuartal III. Sehingga momentum rupiah bisa cenderung stabil dan kemudian yang ini kondisi bahwa untuk mempercepat transmisi moneter dikombinasi sisi stimulus fiskal bisa lebih cepat untuk menstimulasi permintaan kredit konsumsi dan lapangan kerja”jelasnnya saat dihubungi, Selasa (18/8/2020) malam.

Menurut dia, kondisi saat ini unprecedented karena Covid-19 dan stance kebijakan moneter itu super akomodatif . Artinya, sisi the Fed dan bank sentral di negara lain masih akomodatif dengan mempertimbangkan recovery dari negara negara maju yang cenderung lebih lambat dibandingkan negara berkembang.

“Suku bunga bank sentral global diperkirakan bertahan level rendah itu menjadi salah satu pertimbangan bahwa BI berpotensi memangkas suku bunga maksimal 1 kali tahun ini,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Wisnu Wardhana juga memperkirakan BI akan tetap mempertahankan bunga acuan di level saat ini 4%. Kendati begitu, Bank Indonesia dinilai masih memiliki ruang terbatas untuk pelonggaran moneter.

“Menurut kami beberapa faktor perlu dipertimbangkan sebelum memanfaatkan ruang terbatas pelonggaran moneter, seperti tren kenaikan inflasi global, indikator untuk pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 yang menunjukkan pemulihan, serta volatilitas rupiah. Pandangan kami adalah kebijakan moneter tetap sama,” jelas dia.

Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, BI perlu untuk mempertahankan suku bunga acuan 4%. Saat ini, risiko eksternal dinilai masih mengancam stabilitas rupiah ke depan.

“Kami memandang bahwa BI harus mempertahankan suku bunga di tingkat 4% untuk menahan pelemahan rupiah saat ini dan memulihkan sentimen investor terhadap fundamental ekonomi domestik,” kata Riefky.

Dia mengatakan bahwa kinerja inflasi yang rendah dan masih akan berlanjut, dan bahkan terdapat kemungkinan deflasi dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan demikian, ini menjadi tantangan bagi pemerintah kedepan untuk meningkatkan permintaan dan menghindari resesi.

“Meski tren inflasi yang rendah yang ada saat ini juga memungkinkan BI untuk menurunkan suku bunga acuannya . Tapi kami melihat bahwa efektivitas kebijakan akan semakin terasa ketika permintaan dan daya beli masyarakat sudah mulai pulih, sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi,” tutur dia.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN