Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Aprindo Roy Mandey  Sumber: BSTV

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey Sumber: BSTV

Aprindo Bantu UMKM Tembus Pasar Ekspor

Senin, 7 September 2020 | 07:19 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) siap membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor melalui program pra-ekspor.

Dalam program ini, Aprindo mempersiapkan UMKM untuk memasuki toko ritel modern terlebih dahulu, sebelum mengekspor produk.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menuturkan, dengan begitu, UMKM dapat mengetahui, apakah produk mereka terserap dengan baik oleh masyarakat atau konsumen dalam negeri atau tidak.

Setelah dipastikan terserap, UMKM bisa mulai melakukan ekspor.

“Masing-masing negara memang punya taste sendiri, apalagi untuk makanan dan minuman. Tetapi, minimal kita sudah punya kepercayaan dari bahwa produk kita bisa diterima di masyarakat sendiri. Kemudian, baru bisa dipasok ke luar Indonesia,” imbuh Roy.

Deputy Presiden Komisaris Multipolar Tbk Roy Mandey
Deputy Presiden Komisaris Multipolar Tbk Roy Mandey

Di samping itu, dia menerangkan, Aprindo berencana membuka lebih banyak toko ritel di luar negeri yang berisi produk-produk UMKM asal Indonesia.

Menurut Roy, ekspansi ini dilakukan sekaligus untuk mengatasi lemahnya permintaan dalam negeri akibat pandemi Covid-19.Untuk itu, Aprindo tengah bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari informasi terkait lokasi pendirian toko ritel.

“Sebab, harus ada survei untuk menentukan di mana membangun gerai mini Indonesia. Ada proses pasti menuju ke sana,” imbuh Roy.

Toko itu, kata Roy, akan sekaligus menjadi etalase produk Indonesia. Pemerintah, menurut dia, juga akan membantu mencari informasi terkait syarat dan tarif masuk produk ke sebuah negara.

Sebelumnya, Aprindo telah membidik ekspansi usaha ke Brasil, Kolombia, dan Suriname. Kementerian Perdagangan sebelumnya juga hendak mendorong ekspor pelaku UMKM melalui berbagai platform digital. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto,mengatakan, pada 2018, UMKM baru menyumbang 14,37% dari total ekspor nonmigas nasional. Karena itu, dengan platform digital, dia meyakini pelaku UMKM dapat meningkatkan ekspor produk mereka, sekaligus menambah nilai ekspor nonmigas nasional.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN