Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina (kanan)  meluncurkan logo branding cagar biosfer Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina (kanan) meluncurkan logo branding cagar biosfer Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

BOPLBF Luncurkan Logo Branding Cagar Biosfer Komodo

Kamis, 8 Oktober 2020 | 06:46 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

LABUAN BAJO, investor.id – Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) secara resmi meluncurkan logo branding cagar biosfer Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Logo branding cagar biosfer Komodo diinisiasi untuk menciptakan nilai sebuah destinasi, baik dari perspektif wisatawan sebagai konsumen maupun asosiasi beserta pelaku bisnis selaku stakeholders pariwisata. 

Peluncuran dilakukan Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina saat digelar rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Wilayah Koordinatif Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) di Ayana Resort Komodo, Labuan Bajo.

“Menciptakan  logo merupakan langkah awal proses branding  untuk  digunakan sebagai media promosi dan  produk-produk ekonomi kreatif. Logo branding cagar biosfer Komodo seirama dengan rencana pengembangan pariwisata Labuan Bajo  sebagai destinasi wisata premium di masa datang,” kata Shana melalui keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (8/10/2020). 

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina (kanan)  meluncurkan logo branding cagar biosfer Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina (kanan) meluncurkan logo branding cagar biosfer Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hadir pada  acara peluncuran logo cagar biosfer Komodo Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, Ketua Forum Cagar Biosfer Komodo Ismail Surdi, Kepala Balai TNK Lukita Awang, Ketua Man and Biosphere (MAN) Indonesia Yohanes Purwanto, dan President of ICC-MAB Erny Sudarmonowati.

Shana menjelaskan, BOPLBF berkolaborasi dengan berbagai pihak dan stakeholder  terkait untuk meluncurkan branding cagar biosfer Komodo. Selain itu, branding produk cagar biosfer bertujuan untuk memberikan valuasi atau menambah nilai produk yang dihasilkan sebuah wilayah cagar biosfer. 

“Penambahan nilai tidak hanya nilai ekonomi tetapi juga nilai kualitas dari produk tersebut. Branding adalah bentuk pengakuan dan pemberian green image atas  produk cagar biosfer Komodo,” kata Shana. 

Senada dengan Shana, Ketua Forum Cagar Biosfer Komodo Ismail Surdi menjelaskan bahwa cagar biosfer Komodo adalah salah satu cagar biosfer di Indonesia yang belum memiliki logo. 

Saat ini, di Indonesia terdapat sedikitnya 14 cagar biosfer yaitu, Gunung Leuser, Pulau Siberut, Lore Lindu, Pulau Komodo, Gunung Gede Pangrango, Tanjung Puting, Giam Siak, Taman Laut Wakatobi, Bromo-Semeru-Tengger-Arjuno, Taka Bonerate, Blambangan, Berbak Sembilang, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu, Rinjani-Lombok.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BOPLBF yang telah menginisiasi beberapa diskusi untuk terbentuknya logo ini sehingga pada 25 Agustus 2020 diputuskan cagar biosfer Komodo. Ke depannya kami berharap logo ini dapat hadir disetiap materi komunikasi cagar biosfer Komodo untuk membangun citra yang konsisten,” ujarnya. 

Ismail Rusdi juga menjelaskan, bentuk dasar logo ini merupakan interpretasi dari semangat CB Komodo untuk menghadirkan keseimbangan antara manusia dengan alam melalui cara hidup yang berkelanjutan. komposisi berbentuk lingkaran merupakan lambang dari bumi, keutuhan dan siklus yang mengikuti seluruh elemen CB Komodo. 

“Diharapkan logo ini bisa lebih mudah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian kepada CB Komodo dan menjadikannya top of mind baik di kalangan wisatawan Nusantara maupun  mancanegara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Taman Nasional Komodo Lukita Awang menjelaskan dengan rapat dan langkah bertahap dalam membangun branding cagar biosfer akhirnya menghasilkan logo Cagar Biosfer ini.

"Saya mengajak Mari kita bersatu  menjaga pariwisata labuan bajo khususnya Taman Nasional Komodo beserta keragamannya,” katanya.

Seperti diketahui, UNESCO telah menetapkan kawasan Pulau Komodo sebagai wilayah cagar biosfer pada tahun 1977 dan pada 1980 sebagai Taman Nasional. Selanjutnya, pada  1991, kawasan ini ditetapkan sebagian situs warisan dunia  dan pada tahun 2011 sebagai New 7 Wonders.

Zonasi cagar biosfer Komodo meliputi kawasan seluas 1,118,003 hektare,  yang terbagi atas  tiga zona pemanfaatan. Zona pertama atau zona inti seluas 173.300 hektare,  zona kedua berperan sebagai penyangga yang meliputi kawasan seluas 288.353 hektare, dan  zona ketiga adalah zona transisi seluas 656.341 hektaree.

Sistem zonasi cagar biosfer  sesuai dengan kategori sistem zonasi yang ditetapkan dalam  Statuta framework of WNBR (World Network of Biosphere Reserve). 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN