Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto. Foto: IST

Airlangga Hartarto. Foto: IST

Indonesia Harus Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja, Ambil Golden Opportunity dari Perang Dagang

Selasa, 13 Oktober 2020 | 04:14 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang berupaya  mengambil peluang dalam perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. Dalam hal ini pemerintah berupaya agar perusahaan yang melakukan relokasi dari Tiongkok bisa melakukan investasi ke Indonesia. Di sisi lain, pemerintah harus meningkatkan kualitas tenaga kerjanya untuk menangkap peluang tersebut.

“Sekarang ada golden opportunity  dalam trade war antara Amerika dan Tiongkok di mana semua produk dikenakan biaya masuk 25 sampai 30%. Indonesia berada dalam posisi yang strategis karena dari segi lokasi dan dari segi domestik demand.,” ucap Airlangga dalam program Hot Economy yang tayang di BeritaSatu TV pada Senin (12/10).

Kondisi pandemi Covid-19 ini menunjukkan  perusahaan akan lebih resilien kalau punya pasar domestik yang kuat. Di situlah posisi Indonesia menjadi strategis sebab memiliki jumlah penduduk 270 juta. Dengan jumlah investasi yang akan meningkat tentu akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. 

Oleh karena itu pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja dalam negeri. Pertama kualitas tenaga kerja berbasis produktivitas sehingga dibutuhkan perubahan struktural.

“Perubahan struktural ini  dilakukan melalui sejumlah pelatihan,” ucap Mantan Menteri Perindustrian ini.

Kedua pemerintah sudah melakukan penyempurnaan Undang Undang yang terkait dengan jaminan ketenagakerjaan. Hal ini tertuang dalam Undang Undang (UU) Cipta Kerja yang barus saja disahkan DPR, Senin (5/10). Bila dilihat secara nasional, jaminan yang dipersiapkan dengan UU Cipta Kerja salah satunya adalah jaminan kehilangan pekerjaan. Melalui program JKP ini peserta mendapatkan asuransi  diberikan pelatihan hingga penempatan kerja kembali.

“Hal ini akan membantu karena berarti beban kepada pengusaha ini akan sedikit berkurang dari sebelumnya. Untuk (pesangon) PHK menjadi 19 kali plus jaminan dari pemerintah 6 kali. Tentunya penurunan daripada jumlah pengali  diharapkan akan meningkatkan gaji,” ucap Airlangga.

Ia menuturkan UU Cipta Kerja juga memberikan jaminan bahwa Upah Minimum Provinsi (UMP) itu menjadi jaring pengaman yang paling rendah. Sehingga kalau ada yang menaikkan upah minimum di kabupaten atau kota maka harus lebih tinggi dari upah minimum provinsi.

“Dengan demikian kita berharap produktivitas meningkat tentu kita berharap kita mampu bersaing dengan negara-negara lain,” pungkas Airlangga. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN