Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menhub Budi Karya Sumadi. Sumber: BSTV

Menhub Budi Karya Sumadi. Sumber: BSTV

Kemenhub Dorong Masyarakat Beralih ke BBM RON Tinggi

Selasa, 13 Oktober 2020 | 05:21 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perhubungan mengupayakan untuk mereduksi impor migas ke Indonesia dengan melakukan diversifikasi melalui bahan bakar nabati (BBN). Kemacetan di perkotaan dinilai telah memperburuk kualitas udara akibat pencemaran lingkungan.

“Kami mengupayakan menekan impor migas untuk melakukan diversifikasi melalui bahan bakar nabati seperti bio diesel untuk angkutan barang, BBG untuk bisnis dan bus listrik serta angkutan berat seperti bus. Demikian pula dengan MRT dan LRT,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam webinar bertajuk Wujudkan Kota Palembang Kota Langit Biru dengan Kualitas Udara Baik yang diselenggarakan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Senin (12/10).

Penggunaan BBM RON tinggi untuk kendaraan bermotor menjadi salah satu upaya untuk mengurangi dampak pencemaran udara karena emisi yang dihasilkan lebih baik.

Bagi perkotaan yang memiliki masalah kemacetan, Budi mendorong pemerintah kotanya mengupayakan langkah penanganan untuk mengatur masyarakat agar mulai beralih pada BBM RON tinggi agar tidak mencemari kualitas udara dan tidak membahayakan kesehatan diri.

Pertamina juga sudah menyiapkan BBM ramah lingkungan seperti Pertamax, Dexlite, Pertamina Dex yang harganya masih terjangkau masyarakat. BBM ramah lingkungan ini menjadi perhatian Kementerian Perhubungan selain program LRT dan Buy The Service. Buy The Service merupakan program pemerintah yang memberikan subsidi di lima kota di Indonesia termasuk Palembang dengan mengoperasikan 45 bus untuk melayani sejumlah koridor.

Hal ini sekaligus sebagai upaya Kementerian Perhubungan untuk merespons isu pencemaran udara yang semakin membuat dunia khawatir terhadap pencemaran lingkungan. Apalagi, penyumbang utama pencemaran lingkungan diakibatkan oleh kemacetan yang terjadi di kota-kota besar di dunia termasuk di Indonesia.

Budi menyebutkan berdasarkan hasil kajian internasional, Synergy Agency telah menemukan bahwa buruknya kualitas udara mengakibatkan lingkungan tercemar dan kematian 6,5 juta jiwa per tahun. Negara-negara di Asia dan Afrika disebut-sebut sebagai yang paling berat. Jika dipetakan lagi, motor dan mobil merupakan penyumbang nomor satu pencemaran udara.

“50% itu karena motor dan mobil. Sebab keduanya menggunakan BBM dengan oktan rendah seperti Premium itu jelek dampaknya untuk lingkungan. Palembang harus menjadi kota yang ramah lingkungan karena pada dasarnya Palembang itu sudah hebat,” ucap dia.

Makanya, Kementerian Perhubungan mengeluarkan beberapa langkah salah satunya pull for policy. Kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan angkutan umum massal berbasis rel seperti LRT. Pemerintah Pusat menganggarkan 10 triliun terutama untuk menyediakan LRT di Palembang. Karenanya, fasilitas transportasi yang sudah tersedia harus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Langkah-langkah tersebut sekaligus sebagai upaya memikirkan transportasi berkelanjutan yang bermanfaat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), menghadirkan kualitas udara yang lebih baik, meningkatkan keselamatan, menurunkan intensitas kebingisian dan risiko kecelakaan, serta meningkatkan pelayanan dan keuntungan ekonomi.

Untuk itulah, tahun ini Kementerian Perhubungan meluncurkan program LRT dan Buy The Service.

“Saya pikir dua program ini harus dimanfaatkan secara baik. Jadi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat beralih ke LRT, banyak cara bisa dilakukan seperti melakukan kegiatan-kegiatan yang memberikan pemberian khusus kepada PNS. Katakanlah, sebulan diberi murah 100 ribu bisa dipakai sepuasnya tiap hari boleh. Upaya ini untuk memanfaatkan peran LRT semaksimal mungkin. Saya berpesan apa yang kita lakukan ini harus berjalan sekalipun Covid-19 kita harus terus menerapkan protokol kesehatan,” tutup Budi.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi. Foto: IST
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi. Foto: IST

Sementara itu, Ketua YLKI Tulus Abadi menilai Palembang sebagai salah satu kota aglomerasi di Indonesia tidak terlepas dari persoalan kemacetan yang buntutnya adalah polusi. Polusi udara ini menjadi sangat signifikan karena kontribusinya disumbang oleh sektor transportasi darat sehingga manajemen transportasi yang berbasis angkutan massal perlu dilakukan untuk mereduksi polusi di Kota Palembang.

Tentu untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya sinergi antara sektor perhubungan dengan sektor energi di mana transportasi darat bisa menggunakan bahan bakar yang berbasis ramah lingkungan dengan kualitas yang baik.

Dengan demikian, pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat konsumen Indonesia perlu didorong untuk mewujudkan sebuah kota yang layak huni sehingga Palembang bisa menjadi kota yang sehat.

“Saya kira, Menteri Perhubungan sudah banyak menelurkan kebijakan di sektor transportasi khususnya di Palembang dengan adanya LRT di Palembang. Ini adalah cara untuk menekan polusi di kota tersebut dan cara memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Palembang,” tutup Tulus.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN