Menu
Sign in
@ Contact
Search
Para tamu duduk di rumah kaca kecil yang terbuat dari bahan plastik transparan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona Covid-19, saat berada di kedai kopi dan bar di Berlin, Jerman pada 20 Oktober 2020. Foto ilustrasi: STEFANIE LOOS / AFP

Para tamu duduk di rumah kaca kecil yang terbuat dari bahan plastik transparan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona Covid-19, saat berada di kedai kopi dan bar di Berlin, Jerman pada 20 Oktober 2020. Foto ilustrasi: STEFANIE LOOS / AFP

Peningkatan Kasus Covid-19 Masih Ancam Pemulihan Ekonomi Global

Rabu, 4 November 2020 | 21:16 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman bagi pemulihan ekonomi dunia. Pasalnya jumlah kasus positif masih belum melandai.  Bahkan negara di kawasan Eropa telah mengalami second wave  atau gelombang kedua kasus positif Covid -19 setelah sebelumnya berhasil turun.

"Pandemi ini masih menjadi ancaman karena tren dari peningkatan itu masih terjadi. Bahkan beberapa tempat di Eropa mereka sekarang alami apa yang mungkin disebut second wave sempat turun yakni Perancis, United Kingdom, Belgia Jerman sempat turun kemudian naik lagi dan AS naik turun,”jelasnya dalam acara Ejavec 2020 secara virtual, Rabu (4/11).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: fiskal.depkeu.go.id)
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: fiskal.depkeu.go.id

Sementara itu ia menegaskan bahwa Indonesia belum terjadi gelombang kedua namun tren kasus positif masih meningkat. Menurut dia, pemerintah saat ini berupaya keras agar tidak terjadi gelombang kedua di tanah air.

"Tren peningkatan ini yang betul-betul kita upayakan bisa turun dan jangan pernah sampai terjadi second wave," jelasnya.

Upaya pencegahan gelombang kedua Covid -19 di Indonesia, melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dianggarkan Rp 695,2 triliun. Anggaran tersebut mencakup enam klaster sekaligus seperti kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM, pembiayaan korporasi, dukungan sektoral pemda dan kementerian/lembaga, dan insentif usaha.

Hal ini pun telah berimbas pada kegiatan aktivitas ekonomi yang menurun dengan proyeksi ekonomi sepanjang tahun 2020 akan negatif. Namun ini tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga di negara lain.

“Kemudian proses ketika lewati pertumbuhan ekonomi negatif jadi sangat sangat penting untuk dijaga. Saat ini apa yang akan terjadi perekonomian sangat ditentukan bagaimana kondisi pandemi berakhir. Kalau ada kejelasan kondisi pandemi berakhir, kami yakin kita yakin pertumbuhan ekonomi dunia akan alami pemulihan,”jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pelaksanaan protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh seluruh penduduk Indonesia demi memutus rantai penyebaran Covid -19.

“Keberadaan virus hanya bisa dicegah untuk masuk ke badan kita, dengan menggunakan seluruh protokol kesehatan yang serius menjaga jarak secara fisik, mencuci tangan, hidup bersih, dan menggunakan penutup muka dan masker, kalau kita melakukan itu berarti kita mencegah," ujarnya.

Di samping itu, untuk menghentikan penyebaran virus Corona, pemerintah juga tengah berupaya untuk  menyediakan vaksin dengan  proses penemuan vaksin masih dilakukan dan dipercepat.

"Sekarang dalam proses ditemukan, proses yang tidak mudah dan tidak singkat, karena itu Indonesia secara kebijakan kita ingin memastikan kalau sudah tersedia Indonesia harus bisa mendapatkan. Sehingga Indonesia harus jadi negara yang bisa akses vaksin, dan Indonesia jadi negara produksi vaksin,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com