Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kapal tol laut sedang melakukan kegiatan muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Foto ilustrasi: IST

Kapal tol laut sedang melakukan kegiatan muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Foto ilustrasi: IST

5 Tahun Pelni Jalankan Penugasan Tol Laut

Rabu, 4 November 2020 | 19:22 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni genap lima tahun menjalani penugasan program Tol Laut sejak pertama kali program itu diluncurkan pada 4 November 2015. Selama lima tahun, BUMN ini mendistribusikan muatan Tol Laut sebanyak 22.497 TEUs ke wilayah-wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan atau 3TP.

Direktur Usaha Angkutan Barang PT Pelni Masrul Khalimi merinci, muatan tahun pertama atau pada 2015, kapal tol laut Pelni tercatat hanya membawa muatan sebanyak 99 TEUs. “Tapi kepercayaan masyarakat terus tumbuh dari tahun ke tahun untuk memanfaatkan kapal Tol Laut. Tahun 2020 ini, total muatan tol laut sebesar 6.637 TEUs, terdiri atas 4.401 TEUs muatan berangkat dan 2.236 TEUs untuk muatan balik,” tutur Masrul dalam keterangannya, Rabu (4/11).

Advertisement

Khusus untuk tahun ini, dia menambahkan, bukti keberhasilan peran kapal Tol Laut dalam menumbuhkan perekonomian di wilayah 3TP ditunjukan salah satunya pada Kabupaten Pulau Morotai yang dilayani dua kapal Tol Laut, yakni KM Logistik Nusantara atau Lognus 3 dan KM Lognus 6.

“Morotai sudah masuk dalam trayek Tol Laut sejak 2017. Tapi mulai September 2020, pemerintah setempat meminta satu tambahan kapal Tol Laut karena muatan balik yang tidak terangkut hanya dengan satu kapal. Penambahan kapal Tol Laut di Morotai membuktikan terjadi peningkatan perekonomian di wilayah tersebut,” tambah Masrul.

Selain merangsang iklim usaha lokal, jelas Masrul, jadwal kapal Tol Laut secara regular juga berperan besar dalam menurunkan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Morotai.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) 71/2015, muatan yang diperbolehkan diangkut dengan kapal Tol Laut terdiri atas kategori kebutuhan pokok hasil pertanian, seperti beras, kedelai, cabai, dan bawang merah; kebutuhan pokok hasil industri (gula, minyak goreng, tepung terigu); kebutuhan pokok hasil peternakan dan perikanan (daging sapi, daging ayam, telur, ikan segar); barang penting (benih, pupuk, gas elpiji 3kg, triplek, semen, besi baja, baja ringan); dan barang lainnya (air mineral, bawang putih, garam, obat-obatan dan lain sebagainya).

Pada tahap awal program Tol Laut diluncurkan, papar Masrul, Pelni menjadi satu-satunya operator Tol Laut. Namun, seiring dengan perkembangan program Tol Laut, terdapat beberapa operator selain PT Pelni, yaitu BUMN lainnya serta perusahaan pelayaran swasta.

Keberhasilan PT Pelni menjalankan program Tol Laut, sebut Masrul, dibuktikan dengan meraih penghargaan sebagai “Operator BUMN dengan Load Factor Terbanyak Semester 1 Kegiatan Pelayanan Angkutan Khusus Ternak” dan “Operator dengan Muatan Terbanyak Semester 1 Kegiatan Tol Laut” dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 16 Juli 2020.

Awal pelaksanaan program Tol Laut, PT Pelni mendapatkan tiga trayek, yaitu T-1 (KM Caraka Jaya Niaga III-22), T-2 (KM Caraka Jaya Niaga III-32), dan T-3 (KM Caraka Jaya Niaga III-4). Kemudian, seiring bertambahnya kepercayaan pemerintah kepada Pelni untuk menjalankan penugasan Tol Laut, Masrul mengatakan, terdapat penambahan trayek di setiap tahunnya, yakni pada tahun 2016 sebanyak enam trayek, tahun 2017 dan 2018 sebanyak tujuh trayek, dan tahun 2019 menerima tiga trayek hub dan sepuluh trayek feeder.

Adapun pada tahun kelima program Tol Laut ini, Pelni menerima sebanyak delapan trayek penugasan Tol Laut. Muatan terbanyak yang diangkut pada tahun 2020 oleh Pelni adalah material industri seperti batang kayu, semen, triplek, seng, keramik, baja kontruksi, baja ringan dan aspal yaitu sebanyak 390 TEUs. Per Oktober 2020 ini, tercatat kenaikan muatan sebanyak 178% dari 2.396 TEUs di 2019 menjadi 6.653 TEUs.

“Pelni terus mengoptimalkan pelaksanaan operasional Tol Laut dan memaksimalkan pengoperasian Rumah Kita sebagai sentra logistik muatan kapal Tol Laut. Rumah Kita merupakan gagasan Kemenhub dan Kementerian BUMN dengan melakukan kolaborasi bersama BUMN, BUMD, serta BUMDes untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan menjaga harga barang kebutuhan pokok dan penting,” ungkap Masrul.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN