Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja dan tembakau. Foto ilustrasi: EPA/DEDI SAHPUTRA

Pekerja dan tembakau. Foto ilustrasi: EPA/DEDI SAHPUTRA

Sejumlah Pemda Ingin Cukai SKT Tidak Naik

Selasa, 10 November 2020 | 10:41 WIB
Yuliantino Situmorang

TEGAL, investor.id - Pemerintah pusat diminta tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau pada 2021 untuk menghindari gelombang PHK yang akan memberatkan pemerintah daerah dan masyarakat.

Sejunlah pemda, seperti Pemkab Tegal dan Pasuruan menilai, rencana kenaikan cukai, khususnya pada segmen sigaret kretek tangan (SKT) sebaiknya dihindari karena segmen itu mempekerjakan ribuan buruh di daerah.

Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan kenaikan cukai rokok dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada serapan tenaga kerja di SKT. Adapun, sebanyak 1.800 warga Tegal kini bekerja di segmen padat karya ini sehingga kelangsungan hidupnya perlu dilindungi.

Dia menilai kenaikan cukai SKT dapat memicu pemutusan hubungan kerja sehingga terjadi peningkatan jumlah pengangguran.

"Saya berharap pemerintah bijaksana dalam mengambil keputusan khususnya segmen SKT, termasuk dengan tidak menaikkan tarif cukai SKT pada 2021," ujar Umi.

Dia berharap dalam situasi krisis akibat pandemi Covid -19, kelangsungan hidup tenaga kerja diperhatikan dengan serius.

Sementara itu, Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf mengatakan apabila pemerintah pusat berencana menaikkan tarif cukai rokok, sebaiknya kenaikannya proporsional.

“Negara harus proporsional dalam menaikkan cukai rokok karena hal ini akan berdampak pada perusahaan sektor padat karya,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kelangsungan hidup para pekerja di industri hasil tembakau (IHT), khususnya sektor pada karya yakni SKT.

Irsyad mengaku telah menerima aspirasi dari pekerja atau buruh rokok yang keberatan dengan kenaikan cukai 23% pada tahun ini.

“Mudah - mudahan ini ada kajian yang lebih detil lagi sehingga kenaikannya tidak terlalu signifikan. Sehingga tidak mengganggu, terutama yang kita khawatirkan adanya PHK,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Suara Pembaruan

BAGIKAN