Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Cukai rokok.Foto ilustrasi: IST

Cukai rokok.Foto ilustrasi: IST

Belum Umumkan Kenaikan Tarif Cukai, Pemerintah Masih Pertimbangkan Lima Dimensi

Rabu, 18 November 2020 | 22:30 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Hingga pertengahan November, pemerintah belum belum menentukan  kenaikan tarif cukai rokok di tahun 2021, karena pemerintah masih mengkaji besaran kenaikan dan mempertimbangkan lima dimensi.

Padahal, biasanya aturan mengenai kenaikan cukai harga tembakau (CHT) yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbit pada awal bulan Oktober.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah akan menentukan besaran kenaikan tarif cukai yang paling ideal bagi semua pemangku kepentingan. Maka dalam memformulasikan kebijakan cukai rokok ini menyangkut masalah desain kebijakan

“Bayangkan Anda sebagai policy maker melihat 5 variabel dengan satu instrumen. Ada 5 goals dengan 1 instrumen," katanya saat menerima pertanyaan mengenai kenaikan tarif cukai rokok dari peserta Kuliah Umum FEB UI, Rabu (18/11).

Sri Mulyani. Foto: IST
Sri Mulyani. Foto: IST

Untuk dimensi pertama yang dipertimbangkan dalam penentuan tarif cukai rokok adalah kesehatan masyarakat. Pemerintah ingin cukai rokok mampu mengurangi prevalensi merokok pada anak, perempuan, dan orang dewasa.

Dimensi kedua mengenai tenaga kerja pada industri rokok yang memproduksi rokok kretek tangan. Hal ini dikarenakan proses pelintingannya masih manual oleh pekerja.

Dimensi ketiga terkait petani yang menghasilkan tembakau dan memasok bagi industri rokok. Menurut Sri Mulyani, para pekerja dan petani rokok memintanya tidak menaikkan tarif cukai rokok tahun depan lantaran turut terdampak pandemi Covid-19.

Dimensi keempat mengenai peredaran rokok ilegal, karena jadi kenaikan harga rokok yang terlalu tinggi akan mendorong industri rokok ilegal meningkatkan produksinya.

Dimensi terakhir mengenai penerimaan negara walaupun bukan menjadi pertimbangan utama.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pemerintah akan menyeimbangkan semua aspek dimensi agar tidak ada pihak yang merasa menang atau kalah.

“Karena kalau bicara prevalensi merokok jelas ada anak-anak, wanita, orang dewasa yang harus dilindungi dan persuasi untuk tidak merokok.. Tetapi ada para buruh tetapi di sisi lain jika harga rokok makin tinggi maka makin senang bikin rokok illegal,”jelasnya.

Sementara itu, juga ada demo minta agar tidak ada kenaikan tarif cukai, tetapi di sisi lain ada juga yang minta naik tinggi banget.

“Kami akan seimbangkan di antara itu dan pasti nanti akan kami keluarkan pada waktunya, untuk tujuan paling optimal dalam obyektif yang cukup banyak,”tuturnya.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN