Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Panenan sawit di sebuah pabrik. Foto ilustrasi:: Investor Daily/Gora Kunjana

Panenan sawit di sebuah pabrik. Foto ilustrasi:: Investor Daily/Gora Kunjana

RI akan Terus Minimalkan Diskriminasi Sawit

Kamis, 19 November 2020 | 12:48 WIB
Tri Listiyarini

Jakarta, investor.id-Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus berupaya meminimalkan diskriminasi atas komoditas kelapa sawit nasional, di antaranya yang marak di Uni Eropa (UE). Terkait itu, belum lama ini, Kemenlu berkontak dengan Menteri Luar Negeri UE untuk mengupayakan penyelesaian diskriminasi sawit tersebut.

Retno mengatakan, Indonesia selalu mengedepankan kerja sama dan kolaborasi dengan mitra-mitranya, tapi ketika berkaitan dengan kepentingan nasional Indonesia juga harus tegas apalagi sudah menyangkut masalaah prinsip. Sawit adalah salah satu komoditas unggulan yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia karena nilai ekspornya sempat mencapai US$ 23 miliar beberapa tahun lalu. Sawit juga menjadi sumber pendapatan bagi petani-petani kecil di Indonesia. “Dan kita mengetahui bahwa ada diskriminasi terhadap sawit Indonesia, bahkan kampanye negatif di berbagai negara terjadi, khususnya di Eropa. Kita ingin selalu melawan diskriminasi itu,” kata Retno saat berbicara di Jakarta Food Security Summit (JFSS) Kelima yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kamis (19/11).

Dia menuturkan, Indonesia tentunya menginginkan kemitraan yang lebih kokoh dengan negara mitra, termasuk UE. Hal itu mengingat UE sudah lama menjadi natural partner Indonesia. Indonesia memiliki banyak sekali kesamaan pandangan di banyak isu internasional dengan UE. “Karena itu, terkait sawit, beberapa hari yang lalu, saya melakukan pembicaraan per telepon dengan HR Vice President Komisi UE Josep Borrell, seperti Menlunya UE, saya sampaikan mengenai pentingnya membangun kemitraan yang lebih kuat dan menyelesaikan isu diskriminasi terhadap sawit Indonesia,” papar Retno.

Menurut Retno, secara prinsip Indonesia selalu membuka komunikasi secara terbuka, Indonesia menginginkan sebuah perdagangan yang memiliki fairness. Upaya Kemenlu tersebut tidak berhenti pada komoditas sawit saja namun Kemenlu juga sepenuhnya mendukung dan terus mengawal berbagai komoditas unggulan Indonesia lainnya, seperti kopi, teh, karet, dan sebagainya. “Tim diplomasi Indonesia tidak tinggal diam namun akan terus berdiri tegak membela kepentingan nasional,” jelas dia.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN