Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rosan P Roeslani. Foto: IST

Rosan P Roeslani. Foto: IST

2021, Peluang RI Tarik Investasi Asing Lebih Besar

Selasa, 24 November 2020 | 20:18 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

Jakarta, investor.id-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa peluang Indonesia menarik investasi asing pada tahun depan lebih besar dan terbuka lebar seiring tuntasnya peraturan turunan dari UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Sejumlah negara, seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang, sudah menyampaikan keinginannya untuk keluar dari Tiongkok karena tidak ingin global value chain mereka terkonsentrasi di Tiongkok dan ini harus dimanfaatkan Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, relokasi industri yang dilakukan oleh sejumlah negara dari Tiongkok diperkirakan masih akan terjadi pada 2021. Untuk itu, peraturan turunan dari UU Cipta Kerja seperti peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (perpres) diharapkan benar-benar dapat selesai paling lambat Februari 2021. Dengan begitu, UU Cipta Kerja bisa menjadi game changer bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi baik dalam maupun luar negeri. “AS, Jepang, Eropa, tidak ingin global value chain-nya terkonsentrasi di Tiongkok. Hal ini menjadi kesempatan yang harus bisa dimanfaatkan dan peluang akan lebih terbuka bila UU Cipta Kerja sudah dapat digunakan pada tahun depan,” kata Rosan dalam seminar daring Economic Outlook 2021 yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings (BSMH), Selasa (24/11).

Rosan menerangkan, dampak UU Cipta Kerja tidak langsung instan ketika sudah berlaku pada tahun depan. Reformasi struktural harus dilakukan lebih dulu demi meningkatkan investasi yang berkualitas dan juga berkesinambungan. Negara pesaing tetap menjaga performanya dari segi regulasi dan kebijakan dan bila reformasi melalui UU Cipta Kerja tidak dilakukan maka Indonesia akan terus ketinggalam dari Malaysia dan Vietnam. “Jangan sampai cerita lama investasi asing malah masuk ke negara pesaing kembali terjadi. Saya meyakini omnibus law ini akan memiliki dampak yang signifikan ke depannya, tidak hanya investasi tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan yang memang merupakan pekerjaan rumah terbesar kita,” ucap Rosan.

UU Cipta Kerja juga akan lebih memberikan kepastian kepada dunia usaha, baik dalam maupun luar negeri, sebab berdasarkan data BKPM investasi di Indonesia justru lebih banyak investasi dalam negeri. Kadin Indonesia sendiri optimistis 2021 akan lebih baik dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4-5%. Tren ekonomi Indonesia sudah membaik setelah berada di titrk nadir pada kuartal II-2020. “Yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana meningkatkan tren itu menjadi lebih cepat, menjadi lebih akselerasi dengan berbagai kebijakan yang mengutamakan prioritas dari beberapa hal yang mempunyai dampak lebih besar pada pertumbuhan ekonomi,” jelas Rosan.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN