Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur BI Perry Warjiyo

Gubernur BI Perry Warjiyo

PERTEMUAN TAHUNAN BI 2021

BI Optimistis Pemulihan Ekonomi Nasional Terwujud pada 2021

Kamis, 3 Desember 2020 | 11:24 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id) ,Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) optimistis pemulihan ekonomi nasional dapat terwujud pada 2021 dengan penguatan sinergi melalui satu prasyarat dan lima strategi. Demikian disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 bertema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi” yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (3/12), di Jakarta.

Perry memaparkan satu prasyarat tersebut adalah vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19. Sedangkan lima strategi respons kebijakan meliputi pertama pembukaan sektor produktif dan aman. Kedua, percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran). Ketiga, peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran. Keempat, stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial. Kelima, digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM.

Menurut Perry, pemulihan ekonomi nasional yang tengah berlangsung diperkirakan semakin meningkat. “Pada tahun 2021, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh mencapai 4,8-5,8%, didukung oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi swasta dan pemerintah, serta investasi baik dari belanja modal pemerintah maupun dari masuknya PMA (penanaman modal asing) sebagai respons positif terhadap UU Cipta Kerja,” ujar dia dalam paparannya.

Pertumbuhan di seluruh wilayah, lanjut Perry, juga akan meningkat, khususnya Jawa serta wilayah Sulawesi-Maluku-Papua. Stabilitas makroekonomi terjaga dengan inflasi yang akan terkendali sesuai sasaran 3±1% serta nilai tukar rupiah yang akan bergerak stabil dan berpotensi menguat. Stabilitas eksternal terjaga, dengan surplus neraca pembayaran didukung defisit transaksi berjalan yang rendah di sekitar 1,0-2,0% PDB.

“(Sedangkan) stabilitas sistem keuangan juga semakin membaik, dengan rasio permodalan yang tinggi, NPL (non-performing loans) yang rendah, serta pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) dan kredit yang masing-masing meningkat ke sekitar 7-9% pada 2021,” ucap Perry.

Menurut dia, momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme oleh semua pihak, baik pemerintah (pusat dan daerah), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan, dan berbagai pihak lainnya. “Vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 merupakan kondisi prasyarat bagi pemulihan ekonomi nasional,” tandas Perry.

Dalam pidato arahannya Presiden RI Joko Widodo menekankan bahwa momentum pertumbuhan positif ini harus dijaga. Pelaksanaan protokol kesehatan harus terus dilakukan dengan disiplin dan terus waspada serta tidak lengah agar tidak ada gelombang kedua pandemi yang akan merugikan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com