Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementerian Kealutan dan Perikanan (Logo)

Kementerian Kealutan dan Perikanan (Logo)

PNBP Pengelolaan Ruang Laut Tembus Rp 7,9 Miliar

Selasa, 22 Desember 2020 | 14:39 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat sejumlah pencapaian di bidang pengelolaan ruang laut (PRL) melampaui target yang ditetapkan pada tahun 2020.

Plt Dirjen PRL KKP, TB Haeru Rahayu mengatakan, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Ditjen PRL hingga 5 Desember 2020.mencapai Rp 7,9 miliar, atau melampaui target Rp 6 miliar pada 2020.

Selain PNBP, sampai dengan triwulan III-2020, luas kawasan konservasi perairan telah mencapai 23,9 juta hektare, melampaui target 23,8 juta hektar.

“Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada semua pihak yang mendukung termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan pengelola dana dekonsentrasi dan tugas penbantuan yang telah mendukung tercapainya target ini,” ujar Haeru di Jakarta, Selasa (22/12).

Ia mengatakan, beberapa capaian kinerja lainnya seperti disahkannya 27 Perda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil dan diterbitkannya 6 Permen KP tentang Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu untuk 12 Pulau Pulau Kecil.

Dalam memberdayakan komoditas garam rakyat, Ditjen PRL tetap memprioritaskan produksi garam dan nilai tukar petambak garam (NTPG). Dua hal ini sangat penting didorong karena akan bermuara pada tingkat kesejahteraan petambak garam.

Pada tahun ini Ditjen PRL juga diamanahkan melaksanakan Kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan padat karya berupa pengembangan usaha garam rakyat, restorasi terumbu karang, dan rehabilitasi kawasan mangrove dengan alokasi anggaran berkisar Rp 250 miliar yang dilaksanakan di 47 kabupaten/kota yang tersebar di 18 Provinsi. Progres kegiatan PEN diperkirakan akan dapat selesai sesuai target.

Dalam rencana pelaksanaan kegiatan 2021, KKP mengalokasikan anggaran bidang pengeloaan ruang laut sebesar Rp 455,36 miliar. Aggaran ini terbagi menjadi 3 program yaitu Program Pengelolaan Perikanan dan Kelautan sebesar Rp 188,75 miliar, Program Kualitas Lingkungan Hidup sebesar Rp 84,10 miliar, dan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp 182,51 miliar.

Meskipun Tahun Anggaran 2020 belum berakhir, pihaknya juga harus memulai persiapan pelaksanaannya, agar petunjuk teknis segera disusun dan melakukan percepatan pelaksanaan pengadaan barang/jasa serta melakukan percepatan persiapan penyaluran bantuan pemerintah.

Inspektur Jenderal KKP Muhummad Yusuf mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada penyerahan DIPA tahun 2021 agar APBN dimanfaatkan dengan cermat, efektif dan tepat sasaran.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap melakukan sosialisasi kemudahan perikanan tangkap di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M Zaini mengatakan, sosialisasi ini dilakukan seiring dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 58/Permen-KP/2020 tentang usaha perikanan tangkap dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 58/Permen-KP/2020 tentang usaha perikanan tangkap dan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 59/Permen-KP/2020 tentang jalur penangkapan ikan dan alat penangkapan ikan di WPNRI dan laut lepas.

Peraturan ini sejalan dengan hadirnya Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang telah disahkan pada Oktober lalu.

Ia menekankan hadirnya UU Ciptaker juga membuat persyaratan izin usaha perikanan tangkap semakin mudah, beberapa dokumen yang dulunya diatur oleh wewenang Kementerian Perhubungan kini telah menjadi wewenang KKP.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN