Menu
Sign in
@ Contact
Search
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro

Bank Mandiri: Lokasi Perusahaan Pengaruhi Upaya Pemulihan Sektor Riil

Selasa, 22 Desember 2020 | 19:42 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan ada tiga skema proses pemulihan di sektor riil. Pertama yaitu kecepatan pemulihan ekonomi nasional. Kedua, perbandingan antara pendapatan dan break-event point. Ketiga yaitu lokasi perusahaan.

“Lokasi perusahaan untuk menentukan Bagaimana revenue stream tersebut tercapai,” ucap Andry dalam media briefing pada Selasa (22/12)

Andry mengatakan beberapa sektor yang sudah relatif lebih baik dan dapat didorong untuk mendukung perekonomian nasional yaitu makanan dan minuamn (Food and Beverages/ F and B), telekomunikasi, perkebunan, industri kosmetik dan toiletries, dan pertanian. Karakteristik provinsi akan menentukan kecepatan recovery misalnya perfomance sektor makanan dan minuman di Sumatera atau Jawa relatif lebih diuntungkan dibandingkan di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara.

“Diperlukan kebijakan afirmatif untuk menumbuhkan sektor tersebut yang berada di provinsi yang sangat berdampak oleh Covid-19,” ucapnya.

Ia mengatakan recovery untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih bisa ditolong oleh kemampuan distribusi produk dan pemanfaatan digital platform. UMKM juga harus didorong untuk menjadi pemasok (supplier) usaha yang lebih besar atau usaha pada sektor lain menjadi penting agar dapat memberikan kepastian pendapatan operasional karena adanya kontrak penjualan jangka menengah/panjang

“Mendorong UMKM menjadi usaha yang lebih besar dan juga enhancement dari digital ke digital platform menjadi keniscayaan agar dapat bertahan dan kemudian bisa menangkap peluang dari recovery,” ucap Andry.

Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono
Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono

Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono mengatakan pemulihan belanja masyarakat akan bergantung pada persepsi masyarakat mengenai Covid-19 dan juga kebijakan pembatasan aktivitas ekonomi, seperti PSBB. Tren pemulihan juga tampaknya menunjukkan perilaku psikologi masyarakat, terutama perilaku setelah adanya pengetatan aktivitas.

“Hal yang kami amati, tidak lama setelah adanya kebijakan pembatasan sosial akan diikuti dengan lonjakan aktivitas, seperti kunjungan ke pusat belanja atau restoran,” ucap Yudo.

Ia mengatakan Mandiri Institute melakukan live-monitoring aktivitas pada dua sektor yang paling terdampak, yaitu ritel dan restoran dari bulan Juli hingga Desember. Metode monitoring dilakukan dengan melihat tingkat kesibukan yang terdapat pada data Google Maps.

Dari kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa kunjungan ke pusat belanja di awal bulan Desember sudah mencapai 70% dari normal. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi di bulan November yang mencapai 66%. Namun bila dibandingkan dengan angka kunjungan bulan Oktober—periode awal berakhirnya PSBB II.

“Angka kunjungan di bulan November ini menunjukkan kenaikan drastis dibandingkan bulan Oktober. Pada bulan Oktober, angka kunjungan ke pusat belanja berkisar 55% dari kunjungan normal,” ucap Yudo.

Menurutnya relaksasi kebijakan kerja dari kantor, setidaknya hingga awal Desember 2020, turut berkontribusi terhadap kenaikan angka kunjungan ke pusat belanja. Di DKI Jakarta saja, angka kunjungan ke pusat belanja mencapai 75% dari angka kunjungan normal. Bila dibandingkan dengan bulan November 2020, angka ini menunjukkan penurunan tipis.

“Namun bila kita bandingkan antara Oktober dengan November, angka kunjungan ke pusat belanja di DKI Jakarta naik drastis di bulan November,” ucap Yudo.

Tingkat kunjungan ke restoran di bulan Desember sebesar 74% dari normal. Angka ini relatif rendah bila dibandingkan dengan angka di bulan November yang sebesar 84%. Namun kunjungan di bulan November mengindikasikan lonjakan yang tinggi dibandingkan dengan bulan Oktober. Tren ini konsisten dengan angka kunjungan ke tempat belanja yang juga melonjak di bulan November.

“Membaiknya angka kunjungan ke pusat belanja dan restoran juga terkonfirmasi melalui tren belanja masyarakat,” ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com