Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan perdagangan BEI 2021. Sumber: BSTV

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan perdagangan BEI 2021. Sumber: BSTV

Libur Nataru Sebabkan Penambahan Kasus Covid-19

Senin, 4 Januari 2021 | 12:00 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto memperkirakan akan ada penambahan kasus positif Covid-19. Peningkatan ini sejalan dengan hari libur Natal dan Tahun Baru 2021.

"Tentu dengan Natal dan Tahun Baru, holiday diprediksi ada kenaikan bagi mereka yang terkena Covid," kata Airlangga dalam acara pembukaan perdagangan saham awal tahun 2021  secara virtual, Senin (4/1).

Pembukaan perdagangan perdana saham di BEI tahun 2021. Sumber: BSTV
Pembukaan perdagangan perdana saham di BEI tahun 2021. Sumber: BSTV

Kendati begitu, menurutnya pemerintah telah menyiapkan antisipasi dengan meningkatkan jumlah fasilitas kesehatan untuk menampung pasien Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan beberapa strategi tambahan sebab adanya strain baru virus Covid-19 di global. Oleh karena itu, pemerintah menutup akses bagi warga negara Asing yang ingin berkunjung ke Indonesia.

"Arahan Bapak Presiden kebijakan rem dan gas harus diperhatikan sebab akar persoalan ini pandemi Covid-19 dan vaksinasi jadi game changer," katanya.

Adapun  program vaksinasi menjadi game changer terpenting untuk memunculkan optimisme, meningkatkan rasa aman dan membangun kembali kepercayaan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi sosial.  Untuk mencapai herd immunity maka vaksinasi harus dilaksanakan kepada 70% penduduk yang dapat divaksin.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah telah menyediakan 3 juta dosis vaksin Sinovac, dengan dua kali kedatangan pertama 1,2 juta dosis pada Awal Desember 2020 dan 1,8 juta dosis vaksin pada akhir Desember 2020 lalu.

“Vaksin ini akan diberikan gratis untuk masyarakat dan diperkirakan vaksin akan berlanjut sampai dengan kuartal I 2022,”tuturnya.

Airlangga  berharap vaksinasi akan dimulai pada pertengahan bulan Januari ini, sambil menunggu mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

“Diharapkan bisa diselesaikan dengan data scientific baik penelitian  dibandung Turki dan sebagian dilakukan  Brazil dan beberapa negara telah berikan EUA terhadap vaksin  yang dipesan di Indonesia  vaksin Sinovac, Pfizer, vaksin AstraZeneca, Novavax dan Gavi," katanya.

Masih tingginya risiko Covid-19, Airlangga berharap masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat dengan menjalankan 3 M dan pemerintah juga akan terus meningkatkan 3 T.

Airlangga pun menjelaskan kedatangan dan ketersediaan vaksin corona dilakukan secara bertahap. Kemudian pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan bertahap dengan memprioritaskan tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

Selain vaksinasi, pemerintah juga melanjutkan program pemulihan ekonomi nasional di tahun ini dengan anggaran Rp 372,3 triliun. Oleh karena itu, ia berharap stimulus tersebut dapat mendorong daya beli masyarakat dan mengakselerasi pemulihan ekonomi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com