Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rektor UI Ari Kuncoro dalam Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021). Foto: Rektor UI Ari Kuncoro dalam Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021).

Rektor UI Ari Kuncoro dalam Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021). Foto: Rektor UI Ari Kuncoro dalam Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021).

Pemulihan Ekonomi 2021 Sangat Tergantung 5 Hal Ini

Rabu, 27 Januari 2021 | 21:44 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Rektor Universitas Indonesia Prof Dr Ari Kuncoro mengatakan bahwa dampak pandemi Covid-19 masih akan berlangsung dalam jangka waktu cukup panjang dan persisten. Menurut dia, keberhasilan pemulihan ekonomi 2021 sangat tergantung pada lima hal.

“Pertama,  pemulihan ekonomi sangat tergantung bagaimana upaya pengendalian pandemi Covid-19,” kata Prof Ari Kuncoro pada Webinar Series I Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021).

Webinar menghadirkan Keynote Speaker Menko Perekonomian Dr (HC) Airlangga Hartarto, dengan narasumber Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Ketua Umum Kadin Franky Oesman Widjaja, dan Dekan FEB UI & Mantan Menkeu Dr Chatib Basri. Diskusi dimoderatori Direktur Pemberitaan Berisatu Media Holding (BSMH) Primus Dorimulu.

Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021).
Webinar Series Majelis Wali Amanat UI bertema Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan, Rabu (27/1/2021).

Kedua, lanjut Prof Ari, kebijakan pemulihan ekonomi nasional. Ketiga, besarnya dana pemulihan ekonomi. Keempat, kerja sama pemerintah pusat dan daerah.

“Kelima peranan sektor UMKM, ekonomi kreatif, pedesaan, pertanian yang saat pandemi jadi tumpuan tenaga kerja yang terkena PHK,” jelasnya.

Prof Ari memaparkan bahwa sejak tahun lalu Indonesia dan seluruh negara di seluruh dunia mengalami pandemi yang berdampak besar pada ekonomi, sosial, dan kesehatan. Perubahan rantai pasokan, penurunan aktivitas ekonomi serta kebijakan pembatasan sosial di daerah memiliki dampak besar terhadap kemiskinan, pengangguran, aspek ekonomi, juga  sektor pendidikan dan kesehatan.

Menurut dia, pandemi Covid-19 telah menyebabkan Indonesia mengalami pemerosotan ekonomi terburuk, dengan pertumbuhan ekonomi Q2 -5,32% dan -3,49% pada Q3.

“Angka kemiskinan pada Maret 2020 awal masa pandemi meningkat sebesar 1,63 juta orang, sedangkan angka pengangguran meningkat tajam 2,63 juta pekerja, dan pekerja terdampak mencapai 29,12 juta pekerja,” paparnya.

Pemerintah, lanjut Prof Ari, telah mengeluarkan paket kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2020 dengan anggaran sebesar Rp 695,2 triliun, sedangkan anggaran PEN 2021 menyusut sebesar Rp 356,4 triliun.

“Berbagai kebijakan PEN 2020 diharapkan mengurangi dampak negatif terhadap ekonomi nasional,” ujarnya.

Prof Ari menilai perjuangan menghadapi pandemi masih panjang, Sebab saat ini Indonesia masih di tengah gelombang pertama pandemi.

Oleh karena itu, keberadaan vaksin dan program vaksinasi Covid-19 yang sudah dimulai 13 Januari 2021 memberikan harapan baru. “Meskipun demikian keberadaan vaksin tidak serta merta menjadikan kita abai terhadap protokol kesehatan, 3M,” tandas Prof Ari mengingatkan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN