Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sutrisno Iwantono. Sumber: BSTV

Sutrisno Iwantono. Sumber: BSTV

PHRI: Lockdown Akhir Pekan Perberat Usaha Hotel-Restoran

Sabtu, 6 Februari 2021 | 05:38 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id   - Ketua Badan Pimpinan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sutrisno Iwantono menilai kebijakan lockdown akhir pekan jika diberlakukan bakal semakin memperberat para pelaku usaha khususnya yang bergerak di sektor hotel dan restoran.

Menurut Sutrisno, usulan lockdown akhir pekan tidak tepat diterapkan di tengah pelaku usaha sedang berjuang bertahan hidup di tengah pembatasan-pembatasan yang ada.

“Usulan kebijakan lockdown akhir pekan ini bisa dipertimbangkan kembali oleh Pemprov DKI. Karena kebijakan ini akan semakin memberatkan pelaku usaha, khususnya Hotel dan Restoran di Jakarta saat pandemi ini,” ujar Sutrisno dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Dengan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kata Sutrisno, industri perhotelan dan restoran sudah terpuruk dan berusaha bangkit dengan menyesuaikan situasi pandemi Covid-19. Hotel di Ibu Kota, tutur dia, tingkat okupansinya hanya 25$.

“Kalau kebijakan lockdown akhir pekan ini diterapkan, maka tingkat hunian hotel akan merosot dan industri perhotelan semakin merugi, meskipun belum dihitung total kerugiannya, tetapi dampaknya tentu sangat signifikan,” tandas dia.

Apalagi, lanjut Sutrisno, wacana kebijakan lockdown ini muncul secara mendadak, sementara sejumlah hotel dan restoran mungkin sudah menerima reservasi untuk acara pertemuan dan pernikahan yang dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat pada hari Sabtu dan Minggu.

“Seperti acara pernikahan, pertemuan di restoran dan lainnya walau berskala kecil ini bisa membantu bisnis. Karena memang jika ada pembatalan oleh lockdown akhir pekan, kita harus mengembalikan uang DP sepenuhnya. Ini sungguh memberatkan kita dalam situasi terpuruk dan bisa menyebabkan guling tikar,” jelas dia.

Dia berharap Pemprov DKI Jakarta melibatkan pelaku usaha dalam mengambil kebijakan-kebijakan pengendalian Covid-19. Pelaku usaha, kata dia, sama-sama mempunyai keinginan untuk segera mengakhir pandemi Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN