Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam webinar Research Talk 2021 Refleksi dan Pemulihan Kinerja Perdagangan Indonesia, Selasa (9/2/2021).

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam webinar Research Talk 2021 Refleksi dan Pemulihan Kinerja Perdagangan Indonesia, Selasa (9/2/2021).

Wamendag Ungkap Besarnya Potensi Ekspor Game Online

Selasa, 9 Februari 2021 | 11:11 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id  – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menilai produk-produk digital seperti game online punya potensi yang besar untuk menjadi andalan ekspor Indonesia. Selama ini, produk digital tersebut belum dioptimalkan untuk mendorong perekonomian Indonesia.

“Sekarang ini kita memang belum bisa mengkapitalisasi produk-produk digital secara maksimal. Tetapi ini harus dimulai, dan salah satu yang bisa dikembangkan adalah game online. Kalau kita berkaca dari negara-negara lain, potensinya luar biasa besar,” kata Jerry Sambuaga dalam webinar Research Talk 2021 "Refleksi dan Pemulihan Kinerja Perdagangan Indonesia", Selasa (9/2/2021).

Jerry memberi contoh yang selama ini sudah dilakukan Tiongkok dan Korea Selatan. Negara-negara ini memproduksi dan mengekspor game online ke berbagai negara dan memberikan banyak penghasilan untuk negara tersebut. Bahkan di Korea Selatan, ekspor dari game online memberi kontribusi lebih besar ketimbang industri K-Pop.

Di Indonesia, Jerry juga melihat banyak developer game online yang potensial, sehingga langkah Tiongkok dan Korea Selatan ini seharusnya bisa ditiru.

“Kalau kita mau download game, mungkin kita download-nya gratis. Tetapi begitu kita mainkan, biasanya beberapa fitur yang ada di game tersebut hanya bisa digunakan kalau kita sudah membayar. Jumlahnya mungkin murah, hanya sekitar Rp 10.000-an. Tetapi kalau yang main misalnya ada 10 juta orang atau 100 juta orang, tentu jumlahnya menjadi besar. Jadi memang ekspor itu bisa dikembangkan dalam suatu produk yang digital,” kata Jerry.

Mengekspor produk digital seperti game online menurutnya juga lebih efisien ketimbang mengekspor produk konvensional seperti migas dan non migas. Hanya lewat sebuah perangkat mobile, sudah bisa terjadi transaksi perdagangan.

“Ini sesuatu yang bisa kita renungi dan diskusikan bersama. Sebab ke depannya banyak hal yang serba digitalisasi. Ini yang coba kita lihat dan kita dalami,” kata Jerry.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN