Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi smelter (sumber: boliden.com)

Ilustrasi smelter (sumber: boliden.com)

Amman Fokus Selesaikan Proyek Smelter

Senin, 15 Februari 2021 | 22:37 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menyesuaikan rencana kerja proyek pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) tembaga. Hal ini seiring dengan persetujuan dari Kementerian ESDM terkait perubahan rencana pembangunan smelter.

"Saat ini Amman fokus dalam pengembangan pembangunan fasilitas peleburan dan pemurnian, terutama dalam penyesuaian proyek dikarenakan dampak Covid-19 ini," kata Presiden Direktur AMNT Rachmat Makkasau kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (15/2).

Pembangunan smelter kini berkejaran dengan waktu. Mengingat dalam Undang-Undang Minerba teranyar disebutkan batas waktu ekspor mineral mentah dan olahan hingga 2023. Artiannya sejak saat itu hanya mineral hasil pemurnian yang diizinkan ekspor. Oleh sebab itu smelter harus rampung di 2023 mendatang.

AMNT mengajukan perubahan rencana pembangunan smelter pada April 2020 silam. Namun AMNT bukan satu-satu perusahaan yang mengajukan perubahan rencana smelter. Salah satu perusahaan yang turut mengajukan yakni PT Freeport Indonesia. AMNT kala itu menyampaikan perubahan tenggat waktu penyelesaian smelter mundur 18 bulan. Sementara Freeport mengajukan penyesuaian target smelter hingga 12 bulan yang seharusnya rampung di 2023 menjadi di 2024.

AMNT sebelumnya bernama PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Pada Februari 2017 silam, AMNT beralih status dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). AMNT menjadi perusahaan tambang tembaga pertama yang beralih menjadi IUPK. Smelter AMNT mulai dibangun sejak April 2017 silam dengan kapasitas 1,3 juta ton konsentrat yang ditargetkan rampung pada 2022.

Smelter AMMT dapat memproses konsentrat tembaga baik dari tambang Batu Hijau, maupun suplai potensial dari tambang Elang yang saat ini dalam tahap eksplorasi, dan sumber pemasok konsentrat lainnya. Sedianya kapasitas smelter mencapai 2-2,6 juta ton konsentrat lantaran bekerjasama dengan Freeport Indonesia. Namun kerjasama itu kini sudah berakhir sehingga desain smelter yang digunakan kapasitas 1,3 juta ton.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN