Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri), berbincang dengan Menkeu Sri Mulyani Indrawati (kanan), Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono (kedua kiri), dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita disela-sela jumpa pers terkait Pemberian Insentif Kendaraan Bermotor dan Perumahan, di Jakarta, Senin (1/3/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Kemenkeu

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri), berbincang dengan Menkeu Sri Mulyani Indrawati (kanan), Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono (kedua kiri), dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita disela-sela jumpa pers terkait Pemberian Insentif Kendaraan Bermotor dan Perumahan, di Jakarta, Senin (1/3/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Kemenkeu

Insentif PPnBM dan Properti Menambah Pertumbuhan Ekonomi 1%

Selasa, 2 Maret 2021 | 06:36 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengklaim insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah atau properti akan memberikan andil pada pertumbuhan ekonomi hingga 1% di akhir tahun.

“Dengan kembalinya kedua sektor mencapai kapasitas atau penjualan yang cukup baik dan mendorong daya beli masyarakat secara langsung melihat bisa menambahkan pertumbuhan 0,9%-1% dengan multiplier effect-nya,”tutur Menko Airlangga dalam Konferensi Pers Pemberian Insentif Kendaraan Bermotor dan Perumahan, Senin (1/3).

Menurutnya pemerintah masih mematok target pertumbuhan ekonomi sekitar 4,5% hingga 5,5% secara year on year dengan titik tengah 5% di tahun ini. Oleh karena itu pertumbuhan tersebut juga tidak lepas dari kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah untuk penanganan covid-19 dan program vaksinasi yang digencarkan pemerintah.

“Ada juga faktor keberhasilan vaksinasi diharapkan berjalan beriringan dan proyeksikan pertumbuhan ekonomi  dijaga di tahun ini keseluruhan masih di level 4,5-5,5 persen atau (titik tengah) 5 persen  dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi”tuturnya.

Menko Airlangga mengatakan bahwa dorongan ekonomi dari kedua sektor usaha tersebut seiring dengan skema harapan meningkatnya laju penjualan mobil yang dipatok bisa mencapai 1,2 juta unit hingga akhir tahun ini. Disisi pembiayaan, aka nada perputaran uang sektor otomotif mencapai Rp 360 triliun, dan sektor properti sebesar Rp 900 triliun dalam satu tahun.

Disisi lain, Airlangga mengaku belum dapat mengestimasi dampak dari kedua insentif tersebut terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal I sebab kebijakan ini masih akan tergantung dari animo masyarakat untuk memanfaatkan beragam insentif yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan daya beli.

“Kuartal I kita lihat, animo masyarakat yang memanfaatkan basis daripada fasilitas pajak yang diberikan baik PPnBM dan PPN (pasalnya)Maret tinggal 1 bulan ini”tuturnya.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan insentif sektor properti diberikan dalam bentuk diskon pajak pertambahan nilai (PPN). Kebijakan ini diklasifikasikan dalam dua skema. Pertama, diskon 100% alias bebas PPN untuk harga jual rumah tapak dan rumah susun paling tinggi Rp 2 miliar. Kedua, diskon 50% PPN untuk harga jual rumah tapak dan rumah susun lebih dari Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

Adapun ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021 yang mulai berlaku pada hari ini (1/3). Beleid tersebut berlaku mulai 1 Maret 2021 hingga 31 Agustus 2021.

Sementara itu, untuk insentif PPnBM mobil diberikan sejak masa pajak Maret hingga masa pajak Desember 2021.Relaksasi pajak ini berlaku untuk jenis mobil di bawah 1.500 cc dengan tipe mobil sedan dan gardan tunggal 4x2.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN