Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pedagang merapikan beras kemasan di toko agen beras di kawasan Jakarta Timur, Minggu (14/2/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Pedagang merapikan beras kemasan di toko agen beras di kawasan Jakarta Timur, Minggu (14/2/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Hindari Impor Beras, Diversifikasi Pangan Harus Diperkuat

Selasa, 16 Maret 2021 | 16:30 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah menilai perlu adanya upaya yang lebih maksimal dalam melakukan diversifikasi pangan komoditas beras. Dengan demikian, ketika nantinya terjadi penurunan produksi beras akibat gagal panen karena faktor cuaca atau hal lainnya, Indonesia tidak harus melakukan impor beras.

“Dalam jangka menengah panjang, kita harus mendorong diversifikasi pangan, sehingga tidak selalu bergantung pada beras karena sebetulnya ada banyak sumber-sumber karbohidrat lain,” kata Rusli Abdullah kepada Beritasatu.com, Selasa (16/3/2021).

Rusli mengungkapkan, saat ini produksi beras mencapai sekitar 31 juta ton per tahun dengan konsumsi sebanyak 2,5 juta ton per bulan. Bila diversifikasi pangan komoditas beras bisa dilakukan, harapannya konsumsi masyarakat bisa menurun jadi 2 juta ton per bulan, sehingga setiap tahunnya akan ada surplus sekitar 7 juta ton.

“Diversifikasi pangan ini penting untuk membuat kita tidak selalu bergantung pada impor ketika terjadi penurunan produksi. Sehingga perlu didorong, misalnya kalau sarapan cukup pakai ubi, jagung, talas, singkong, atau sumber karbohidrat lain, tidak harus selalu makan nasi,” kata Rusli.

Selain dapat memperkuat ketahanan pangan, Rusli menilai langkah diversifikasi pangan komoditas beras ini juga bisa menstimulus produk-produk pertanian lainnya di luar beras. “Jadi selain bisa memastikan pasokan beras aman, petani produk pertanian lainnya bisa lebih sejahtera karena hasil produksinya jadi lebih banyak diserap,” kata Rusli.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN