Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Stok beras di gudang penyimpanan beras  di gudang Bulog di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Stok beras di gudang penyimpanan beras di gudang Bulog di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

SOAL IMPOR BERAS,

PDIP Minta Mendag Lutfi Tak Ambil Politik Pangan Berbeda dari Presiden

Minggu, 21 Maret 2021 | 11:39 WIB
Markus Junianto Sihaloho (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meminta Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebagai pembantu presiden, harus sejalan dengan politik pangan yang dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terkait impor beras.

Menurut Hasto, pihaknya menolak rencana impor beras karena Indonesia memiliki spirit kedaulatan di bidang pangan. Apalagi Indonesia mempunyai sumber pangan yang luar biasa.     

"Sejak satu tahun lalu PDI Perjuangan atas perintah Ibu Megawati Soekarnoputri telah melakukan gerakan menanam pohon pengganti beras. Ada sukun, ada ketela, ada umbi-umbian. Kemudian ada porang, ada pisang, dan lain-lain. Karena itulah sikap PDI Perjuangan tegas kami menolak impor beras," kata Hasto menjawab wartawan di sela penanaman pohon dan penebaran benih ikan di Waduk Rawa Lindung Pesanggrahan, Jakarta, Minggu (21/3/2021).

Jajaran DPP PDIP yang dipimpin Sekjen Hasto Kristiyanto bersama para ketua DPP, bersama Menteri Trenggono dan Tjahjo, sudah di lokasi sejak sekitar pukul 07.30 WIB, Minggu (21/3/2021).
Jajaran DPP PDIP yang dipimpin Sekjen Hasto Kristiyanto bersama para ketua DPP, bersama Menteri Trenggono dan Tjahjo, sudah di lokasi sejak sekitar pukul 07.30 WIB, Minggu (21/3/2021).

"Menteri Perdagangan jangan bertindak sendiri, harus menunjukkan sebagai pembantu presiden yang harus memahami politik pangan presiden," tegas Hasto.

Lebih jauh, Hasto mengatakan Menteri Perdagangan M.Lutfi seharusnya tak boleh melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya pragmatis.

"Seperti hanya untuk impor. Kita tahu di belakang impor banyak pemburu-pembiru rente," pungkas Hasto. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN