Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto: Humas Kementerian Ketangakerjaan

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto: Humas Kementerian Ketangakerjaan

Kemnaker - BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Data Penerima Program JKP

Selasa, 23 Maret 2021 | 19:34 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah berharap  jajaran direksi BPJS Ketenagakerjaan secepatnya mengintegrasikan  data Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) dengan BPJS Ketenagakerjaan  untuk memuluskan  program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Kita harus pastikan program JPK tepat sasaran. Oleh karena itu, integrasi data dibutuhkan sebab salah satu syarat penerima program JKP adalah pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Menaker  saat beraudiensi dengan Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, Menaker menyatakan,  adanya integrasi data, pemerintah segera menggulirkan program JKP melalui BPJS Ketenagakerjaan, di mana  sebagai penerima manfaat adalah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Adapun bentuk penerima manfaat program JKP berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja,” katanya.

Menaker juga   menjabarkan lima hal yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan sinergitas  Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan.

Pertama, integrasi data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan Kemnaker dalam implementasi Program JKP dan operasional sistem informasi pasar kerja di Kemnaker.

Kedua, BPJS Ketenagakerjaan wajib melaporkan perkembangan dan dinamika pengelolaan program jaminan sosial secara periodik bulanan  kepada Kemnaker.

Ketiga, dalam rangka perluasan dan pembinaan kepesertaan serta penegakan hukum, perlu dilakukan kembali Koordinasi Fungsional (KF) antara BPJS Ketenagakerjaan dan Kemnaker dari tingkat pusat sampai ke daerah yang melibatkan mediator, pengawas, pengantar kerja, pengawas dan pemeriksa atau wasrik BPJS, dan dinas daerah.

Keempat, kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) baik dalam bidang akademis maupun nonakademis.

Kelima, kepesertaan dan manfaat bagi pekerja migran Indonesia (PMI) perlu ditingkatkan dan diatur pelaksanaannya di luar negeri atau negara lain.

Sementara itu,  Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Muhammad Zuhri mengemukakan rencana kerja pihaknya untuk lima tahun ke depan yang berisikan tiga pilar dan enam lompatan.

Tiga pilar yang dimaksud Zuhri,  adalah pertama  memastikan dan mendorong semua program dan kegiatan dapat meningkatkan dan kemaslahatan. Kedua, memastikan penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan dilakukan dengan berprinsip tata kelola yang baik sebagaimana tercantum dalam Perpres 25 Tahun 2020 tentang Tata Kelola BPJS Ketenagakerjaan. Ketiga,  memastikan agar pengelolaan bisa dilakukan dengan pendekatan-pendekatan yang sehat dan normal.

Sementara itu, enam lompatan rencana kerja Dewas BPJS Ketenagakerjaan terdiri atas  mendorong peningkatan kepesertaan yang berbasis sinkronisasi data,  terus memperbaiki layanan melalui  pendekatan strategis, efisiensi, dan dukungan IT, serta memperhatikan risiko operasional dan investasi yang mempengaruhi kesejahteraan keuangan program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami juga mendorong pemenuhan standar pelaksanaan operasional BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan tata kelola yang baik dan performance yang baik; menindaklanjuti rekomendasi baik itu dari internal maupun eksternal, dan mendorong agar percepatan penyelesaian gap atau jarak regulasi dengan implementasi operasional,” ujar Zuhri.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN