Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ekonom Universitas Indonesia Muhammad Chatib Basri

Ekonom Universitas Indonesia Muhammad Chatib Basri

Chatib: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II -2021 Belum Bisa Dianggap Pemulihan Ekonomi Normal

Kamis, 25 Maret 2021 | 22:26 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Muhammad Chatib Basri mengatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II- 2021 nanti tidak bisa dianggap dalam kondisi pulih seutuhnya. Sebab tahun 2021 ini masih terjadi pandemi Covid-19.

“Mengenai tren ekonomi saya percaya kalau permasalahan pandemi bisa di address kita bisa kembali ke pola swoosh shape,” ucap  Chatib Basri dalam acara DBS Asian Insights Conference pada Kamis (25/3).

Pemerintah sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I- 2021 masih di kisaran -1 sampai -0,1% dan pertumbuhan tahun 2021 di kisaran 4,5% sampai 5,3%. Chatib mengatakan  bila dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal I- 2021 akan lebih rendah dengan kuartal I- 2020 sebab saat itu dampak pandemi baru terasa pada dua pekan terakhir di bulan Maret 2020. Pada kuartal II- 2020 masuk pada titik terendah yaitu  terkontraksi hingga 5,32%

“Tetapi nanti pada kuartal II- 2021 orang akan kaget melihat pertumbuhan ekonomi secara  year on year pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lompat tinggi sekali. Kita harus melihat secara keseluruhan tahun pola ,” ucap Chatib.

Namun pada kuartal II nanti ada libur lebaran, bila dilihat dari pola yang terjadi sebelumnya sesudah terjadi libur panjang maka ada peningkatan kasus Covid-19. Peningkatan kasus akan mempengaruhi upaya pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi,

“Sangat penting saat orang diperbolehkan mudik ini tidak menganggu proses recovery yang terjadi,” ucap Chatib.

Sekretaris Eksekutif I Komite PC PEN Raden Pardede
Sekretaris Eksekutif I Komite PC PEN Raden Pardede

Sementara itu Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Raden Pardede mengatakan pemerintah  sedang mempersiapkan skema bantuan sosial bagi masyarakat yang tidak mudik tahun ini.

"Kami siapkan bantuan sosial kepada saudara kita yang seharusnya mudik ini," ucap Raden.

Pemerintah tengah merencanakan adanya kebijakan pembatasan mudik, masyarakat yang tidak mudik akan diberikan bansos oleh pemerinta. Kebijakan tersebut telah didiskusikan bersama dengan Kepolisian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, hingga Kementerian Dalam Negeri.

"Ada kemungkinan, saya belum boleh mengumumkan ini secara resmi karena harus Presiden(yang mengumumkan), bahwa kita sudah menyiapkan kemungkinan besar untuk melakukan pelarangan mudik," ujar Raden.

Pemerintah juga akan mengatur tata cara  perayaan hari raya sampai transportasi selama masa mudik lebaran. Kebijakan pada tahun  2021 ini kemungkinan akan sama dengan kebijakan tahun 2020. "Kami memang kemungkinan akan menerapkan apa yang kita lakukan tahun lalu. Jadi akan ada pembatasan untuk mudik," kata Raden.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com